Siapa Irvan Ghani? Rela Galang Dana Hampir Rp 1 M untuk 6 Pengawal HRS

  Wartamenia.com -  Kasus penembakan yang menewaskan 6 laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek menjadi sorotan banyak pihak. Bahkan netizen pemil...

 Siapa Sebenarnya Irvan Ghani? Sosok Rela Galang Dana Hampir Rp 1 M untuk 6 Pengawal HRS yang TewasWartamenia.com -  Kasus penembakan yang menewaskan 6 laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek menjadi sorotan banyak pihak.

Bahkan netizen pemilik akun Twitter @ghanieierfan atau Irvan Ghani.

Sosok penggalang dana untuk enam laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab yang tewas tertembak di jalan tol, Senin 7 Desember 2020 dini hari.

Penggalangan dana yang dilakukan sejak Senin (7/12/2020) pukul 16.00, itu terkumpul uang hampir Rp 1 miliar.

Hal itu diungkapkan Irvan Gani melalui akun Twitter-nya.

"Alhamdulillah, donasi terkumpul per 22:45 WIB Terimakasih kepada seluruh element anak bangsa yg ikut serta," tulis Irvan Ghani yang kini penggalangan dana dilakukan bersama Bandit Merah Putih @EnggalPMT, Rabu (9/12/2020) malam.

Dalam cuitannya tersebut, juga diunggah bukti asil dari pengumpulan dana sebesar Rp 814.583.747 atau hampir Rp 1 miliar.

Pantauan Wartakotalive.com ( grup Tribunmedan.com), hasil donasi itu di-update hampir setiap waktu.

Berbagai kalangan menyisihkan penghasilannya untuk disumbangkan kepada enak laskar pengawal Habib Rizieq tersebut.

Mulai dari dokter, "Assalamualaikum bang @ghanieierfan ..ini ada titipan dari sejawat dokter senior sy di surabaya..utk 6 syuhada fpi..amg bermanfaat utk klg yg ditinggalkan, aamiin..."

Bahkan banyak juga yang menyisihkan uangnya dari hasil mengojeknya.

"Ada yg wa gw kasih kirim bukti transfer hasil dia ngojek kemarin. Mohon diterima," tulis salah satu pengirim.

"Di balik cerita Dan gua gak ngarang bebas berbagi untuk sesama bukan perkara lapang atau sempit, ini soal keinginan Dan empati gua bertakzim biat loe bro kemuliaan nerizen sungguh menggugah," tulis Irvan.

Dalam cuitannya Irvan juga turut mengunggah foto bukti transfer dari seorang netizen untuk memberikan donasi.

Donasi yang diberikan sebesar Rp 15.000, meskipun dalam saldo netizen tersebut hanya memiliki Rp 15.200.

"Takut nggak sempat nyumbang ya sudah saya kirim saja Rp 15.000 nya Bang. Maaf banget hari ini itu mampi saya," kata pemberi donasi tersebut.

Rencananya, hasil donasi itu akan diberikan langsung kepada keluarga 6 laskar.

Tempuh Jalur Hukum

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab angkat bicara mengenai tewasnya enam laskar pengawalnya yang tewas ditembak oleh polisi.

Di mana Habib Rizieq meminta seluruh rakyat Indonesia bisa menahan diri atas kasus penembakan enam laskarnya oleh polisi hingga tewas.

Habib Rizieq pun menegaskan bahwa kasus tersebut akan dihadapi dengan menempuh jalur hukum.

Hal itu diungkapkan Habib Rizieq saat hendak memakamkan enam laskar pengawalnya, di Pondok Pesantren Agrokultural (Markaz Syariah FPI) di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/12/2020) dan diunggah dalam video di channel Youtube LDTV.

"Saya minta kepada seluruh rakyat dan bangsa Indonesia menahan diri, sabar, kita hadapi dengan elegan kita tempuh prosedur hukum yang ada. Karena kalau kita tempuh jalur hukum dengan baik, Insya Allah semuanya akan terbongkar," kata Habib Rizieq, yang juga diunggah dalam video di channel Youtube LDTV.

"Siapa yang melakukan pembantaian di lapangan, sampai siapa yang menjadi otak yang mengatur ini semua akan terungkap. Tapi kalau Anda emosi, kalau Anda berjuang sendiri-sendiri, maka ini akan terbungkus tidak akan pernah terungkap," tambahnya.

Habib Rizieq pun berkali-kali mengucapkan agar masyarakat dan pengikutnya sabar.

Kepada enam laskar pengawalnya yang tewas juga disebutnya mati syahid.

"Begitu saya minta sekali lagi, sabar, sabar, ada saatnya kita akan melakukan perlawanan, ada saatnya kita akan melakukan jihad fisabilillah, jangan lupa syuhada kita yang telah meninggal, mereka sudah melakukan tugas jihadnya menjaga ulama dan mereka sudah mendapatkan hadiah dari Allah, mati sebagai syahid," kata Habib Rizieq.

Dalam rekaman itu, Habib Rizieq mengaku dirinya yang menginstruksikan agar jenazah para pengawalnya dimakamkan di area Pondok Pesantren miliknya di Megamendung, Bogor.

Dimakamkan

Enam jenazah laskar Front Pembela Islam (FPI) pengawal Habib Rizieq Shihab korban penembakan oleh polisi di tol Jakarta-Cikampek Km 50 Senin dinihari (7/12/2020) akhirnya diterima keluarga pada Selasa (8/12/2020) malam.

Pada Rabu (9/12/2020) pagi enam jenazah pengawal Habib Rizieq itu dimakamkan di Pondok Pesantren Agrokultural (Markaz Syariah FPI) di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Ratusan anggota laskar FPI dan warga masyarakat menghadiri proses pemakaman enam pengawal Habib Rizieq tersebut.

Dikutip dari Tribunnews, keenam jenazah tersebut tadi malam dijemput menggunakan ambulans di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, setelah menjalani otopsi oleh pihak rumah sakit, Selasa (8/12/2020).

Pantauan TribunJakarta.com, sedari pagi tim kuasa hukum dan perwakilan keluarga telah bersiap guna mengurus kepulangan jenazah.

Menggunakan ambulans milik FPI, keenam jenazah akhirnya meninggalkan Ruang Instalasi RS Polri.

Ambulans pertama meninggalkan lokasi pada pukul 20.25 WIB. Dilanjut ambulans kedua pada pukul 20.53 WIB.

Kemudian ambulans ketiga meninggalkan lokasi pada pukul 21.15 WIB, ambulans keempat pada pukul 21.52 WIB dan ambulans terakhir pada pukul 22.10 WIB.

Seluruh ambulans meninggalkan RS Polri dengan pengawal ketat dari pihak kepolisian.

Rencananya, seluruh jenazah akan dibawa ke lebih dulu ke Petamburan, Jakarta Pusat untuk disalatkan.

"Iya saya ada di ambulans yang kedua. Iya keenamnya akan dibawa ke Petamburan dulu," kata Kuasa Hukum FPI, Rinaldi Putra kepada TribunJakarta.com, Selasa (8/12/2020).

Sementara itu, untuk pemakaman, Rinaldi menyebut sejumlah jenazah sudah dipastikan akan dimakamkan di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

"Infonya belum full ke kami. Tapi sudah ada beberapa yang dipastikan dimakamkan di Megamendung. Sisanya belum tahu, masih koordinasi dengan pihak keluarga," jelasnya.

Banyak Luka Tak Wajar

Front Pembela Islam (FPI) menemukan luka-luka tidak wajar yang dialami oleh enam anggotanya yang tewas ditembak polisi.

Selain luka tembakan ada luka-luka lainnya.

Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar yang mengaku sudah melihat langsung kondisi enam jenazah anggota laskar FPI ditembak polisi.

Aziz menyebut, ditemukan banyak luka tidak wajar di keenam jenazah laskar FPI.

Selain luka tembak, kata dia, ada luka lebam lainnya yang bukan disebabkan oleh selongsong peluru.

"Luka beberapa tidak wajar. (Luka) tembak juga tidak wajar," kata Aziz kepada Kompas.com, Selasa (8/12/2020) malam.

Saat ditanya berapa banyak luka tembak di tiap jenazah, Aziz tak merinci lebih jauh. "Banyak," ujarnya.

Dengan kondisi keenam jenazah tersebut, Aziz meyakini mereka bukan meninggal karena polisi melakukan tindakan tegas dan terukur.

Aziz berharap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang telah membentuk tim independen bisa mengusut tuntas penembakan tersebut.

"Kami minta ini diusut tuntas," ujarnya.

Setelah diotopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pihak Kepolisian kemudian menyerahkan seluruh jenazah kepada keluarga masing-masing.

Enam jenazah dibawa pihak FPI lalu disemayamkan di Masjid Al Islah Petamburan, Jakarta Pusat, sebelum dimakamkan.

Jenazah akan dimakamkan di lokasi berbeda-beda sesuai keinginan keluarga.

Enam simpatisan Rizieq tewas ditembak polisi di Jalan Tol Jakarta-Karawang, tepatnya kilometer 50, pada Senin (7/12/2020) dini hari.

Kondisi Jenazah

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Pembela Islam (FPI) mengeluarkan keterangan pers terkait kondisi enam jenasah Laskar FPI, pengawal Habib Rizieq Shihab.

Di mana sebelumnya mereka ditembak polisi di Jalan Tol Cikampek, KM 50 Karawang, Jawa Barat, pada Senin (7/12/2020) dinihari pukul 00.30.

Keterangan pers DPP FPI itu ditandatangani Ketua Umum DPP FPI Ahmad Shabri Lubis dan Sekretaris Umum DPP FPI Munarman.

Warta Kota mendapatkan keterangan pers tersebut yang dikirimkan langsung oleh Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar, Rabu (9/12/2020) sore pukul 18.00.

"Ini pernyataan resmi DPP FPI," katanya, Rabu.

Dalam pernyataan resmi itu, DPP FPI memberi judul 'Keterangan Pers FPI tentang kondisi 6 Syuhada Laskar FPI'.

Dalam keterangan persnya, FPI menyebutkan lima poin soal kondisi jenasah laskar FPI.

Di mana tembakan ke arah 6 jenazah memiliki luka tembak yang sama, dilakukan jarak dekat serta mengalami penyiksaan.

Demikian isi keterangan pers DPP FPI tersebut.

Untuk meluruskan beberapa informasi yang beredar di media sosial tentang kondisi jenazah 6 orang Syuhada Laskar Pembela Islam, maka perlu kami sampaikan sebagai berikut:

1. Setelah melalui proses yang alot selama hampir 24 jam, akhirnya jenazah bisa diserahkan dari pihak rumah sakit Polri Kramat Jati kepada pihak keluarga dan kuasa hukum keluarga

2. Kami ucapkan terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang sudah membantu dalam pengurusan jenazah para syuhada tersebut khususnya kepada bapak Romo Syafei dan bapak Fadli Zon.

Yang dengan secara langsung turun ke RS Polri untuk memastikan jenazah bisa diserahkan kepada pihak keluarga sampai dengan keluarnya jenazah terakhir dari RS Polri.

Demikian juga kepada pihak Komnas HAM yang telah membantu menghubungi pihak rumah sakit Polri dan pihak-pihak lain yang secara terbuka maupun tertutup telah membantu pengurusan jenazah tersebut.

Semoga Allah membalas amal sholeh dari antum semua

3. Terkait kondisi jenazah perlu kami sampaikan informasi sebagai berikut:

Bahwa pada seluruh jenazah Syuhada terdapat lebih dari satu lubang peluru

Bahwa tembakan terhadap para syuhada tersebut memiliki kesamaan sasaran yaitu semua tembakan mengarah ke jantung para syuhada

Dilihat dari bekas tembakan, menurut pendapat ahli yang hadir dalam pemandian jenazah bahwa para syuhada ditembak dari jarak dekat

Bahwa menurut ahli yang hadir dalam pemandian jenazah tembakan ke arah jantung para syuhada tersebut ada yang dilakukan dari depan, bagian dada, dan ada yang dilakukan dari belakang

Bahwa pada tubuh sebagian besar para syuhada terdapat tanda-tanda bekas penyiksaan

Untuk sementara 5 poin itu dulu yang bisa disampaikan terkait kondisi fisik jenazah para syuhada

4. Alhamdulillah para Syuhada sudah dimakamkan di lokasi pondok pesantren Mega Mendung pada hari Rabu 9 Desember 2020 sekitar pukul 07.00 sampai pukul 08.00, Waktu Indonesia Barat

5. Kami terus mendorong Komnas HAM, Komnas Anak dan Komnas Perempuan, untuk melakukan investigasi atas kasus ini karena dalam rombongan IB HRS yang diganggu, pada rangkaian peristiwa penembakan tersebut, terdapat perempuan, bayi, dan balita

Kami mendorong pihak Komnas HAM untuk memperluas keterlibatan dan partisipasi publik dengan merekrut komisioner adhoc dari kalangan masyarakat sipil yang profesional dan independen serta berintegritas, untuk menjadi anggota tim pencari fakta dalam peristiwa extra judicial killing ini

6. Kami mohon doa dan dukungan dari segenap lapisan masyarakat agar kebenaran dan keadilan dapat ditegakkan di bumi NKRI yang tercinta ini, apalagi pembunuhan di luar proses hukum atau extra judicial killing ini, terjadi bertepatan dengan momen hari HAM sedunia 10 Desember

Adalah hal yang sangat memalukan apalagi di tengah momen hari HAM sedunia, justru di Indonesia pelanggaran HAM berat terus terjadi di NKRI mulai dari Sabang sampai Merauke.

Berbagai pelanggaran HAM yang terjadi di seluruh wilayah NKRI mulai Aceh hingga Papua haruslah dihentikan dan dipastikan tidak merupakan kejadian yang berulang karena arogansi kekuasaan yang otoriter.

Informasi keterangan pers DPP FPI itu ditandatangani Ketua Umum DPP FPI Ahmad Shabri Lubis dan Sekretaris Umum DPP FPI Munarman pada Rabu (9/12/2020).

Dimakamkan di Megamendung

Enam jenazah laskar Front Pembela Islam (FPI) pengawal Habib Rizieq Shihab korban penembakan oleh polisi di tol Jakarta-Cikampek Km 50 Senin dinihari (7/12/2020) akhirnya diterima keluarga pada Selasa (8/12/2020) malam.

Pada Rabu (9/12/2020) pagi enam jenazah pengawal Habib Rizieq itu dimakamkan di Pondok Pesantren Agrokultural (Markaz Syariah FPI) di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Ratusan anggota laskar FPI dan warga masyarakat menghadiri proses pemakaman enam pengawal Habib Rizieq tersebut.

Dikutip dari Tribunnews, keenam jenazah tersebut tadi malam dijemput menggunakan ambulans di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, setelah menjalani otopsi oleh pihak rumah sakit, Selasa (8/12/2020).

Pantauan TribunJakarta.com, sedari pagi tim kuasa hukum dan perwakilan keluarga telah bersiap guna mengurus kepulangan jenazah.

Menggunakan ambulans milik FPI, keenam jenazah akhirnya meninggalkan Ruang Instalasi RS Polri.

Ambulans pertama meninggalkan lokasi pada pukul 20.25 WIB. Dilanjut ambulans kedua pada pukul 20.53 WIB.

Kemudian ambulans ketiga meninggalkan lokasi pada pukul 21.15 WIB, ambulans keempat pada pukul 21.52 WIB dan ambulans terakhir pada pukul 22.10 WIB.

Seluruh ambulans meninggalkan RS Polri dengan pengawal ketat dari pihak kepolisian.

Rencananya, seluruh jenazah akan dibawa ke lebih dulu ke Petamburan, Jakarta Pusat untuk disalatkan.

"Iya saya ada di ambulans yang kedua. Iya keenamnya akan dibawa ke Petamburan dulu," kata Kuasa Hukum FPI, Rinaldi Putra kepada TribunJakarta.com, Selasa (8/12/2020).

Sementara itu, untuk pemakaman, Rinaldi menyebut sejumlah jenazah sudah dipastikan akan dimakamkan di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

"Infonya belum full ke kami. Tapi sudah ada beberapa yang dipastikan dimakamkan di Megamendung. Sisanya belum tahu, masih koordinasi dengan pihak keluarga," jelasnya.

Luka Tak Wajar

Front Pembela Islam (FPI) menemukan luka-luka tidak wajar yang dialami oleh enam anggotanya yang tewas ditembak polisi.

Selain luka tembakan ada luka-luka lainnya.

Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar yang mengaku sudah melihat langsung kondisi enam jenazah anggota laskar FPI ditembak polisi.

Aziz menyebut, ditemukan banyak luka tidak wajar di keenam jenazah laskar FPI.

Selain luka tembak, kata dia, ada luka lebam lainnya yang bukan disebabkan oleh selongsong peluru.

"Luka beberapa tidak wajar. (Luka) tembak juga tidak wajar," kata Aziz kepada Kompas.com, Selasa (8/12/2020) malam.

Saat ditanya berapa banyak luka tembak di tiap jenazah, Aziz tak merinci lebih jauh. "Banyak," ujarnya.

Dengan kondisi keenam jenazah tersebut, Aziz meyakini mereka bukan meninggal karena polisi melakukan tindakan tegas dan terukur.

Aziz berharap Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang telah membentuk tim independen bisa mengusut tuntas penembakan tersebut.

"Kami minta ini diusut tuntas," ujarnya.

Setelah diotopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pihak Kepolisian kemudian menyerahkan seluruh jenazah kepada keluarga masing-masing.

Enam jenazah dibawa pihak FPI lalu disemayamkan di Masjid Al Islah Petamburan, Jakarta Pusat, sebelum dimakamkan.

Jenazah akan dimakamkan di lokasi berbeda-beda sesuai keinginan keluarga.

Enam simpatisan Rizieq tewas ditembak polisi di Jalan Tol Jakarta-Karawang, tepatnya kilometer 50, pada Senin (7/12/2020) dini hari.

Kronologi versi polisi

Polisi sebelumnya menyebut mobil yang digunakan 10 orang simpatisan Rizieq Shihab lebih dahulu menabrak kendaraan polisi.

Hal itu terjadi di Tol Jakarta-Cikampek pada Senin dini hari. Saat itu, menurut polisi, pihaknya tengah mengusut dugaan rencana pengerahan massa pendukung Rizieq ke Mapolda Metro Jaya, Senin siang, untuk mengawal proses hukumnya.

"Proses nabrak dulu berapa kali mobil kita ditabrak dan dipepet," ujar Tubagus di Mapolda Metro Jaya, Senin.

Setelahnya, kata Tubagus, mereka langsung melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tajam dan pistol ke arah anggota.

Namun, ia tidak menjelaskan tentang proses penyerangan tersebut.

"Perannya jelas ada dua mobil yang mepet kita yang akan dihentikan kita dan kemudian melakukan penyerangan. Ada yang menggunakan sajam dan menggunakan senpi," kata Tubagus.

Tubagus menegaskan, bukti penyerangan yang dilakukan oleh laskar khusus FPI terhadap polisi telah dikantongi, salah satunya hasil pesan suara.

Rekaman suara tersebut menunjukkan adanya perbincangan dari Laskar Khusus FPI untuk mencelakakan polisi.

“Juga ada bukti tentang voice note bagaimana sedemikian rupa direncanakan untuk dipancing di sana, kemudian dipepet, semua terdatakan atau ternyatakan dengan jelas di dalam voice note,” ujar Tubagus.

Dalam voice note, menurut kepolisian, Laskar Khusus FPI telah mengetahui bahwa pihak yang mengikuti adalah polisi.

Meskipun demikian, pihak Laskar Khusus FPI tetap melakukan penyerangan kepada polisi.

“Nyata sekali bagaimana perencanaannya, bagaimana yang bersangkutan sudah tahu itu mobil polisi kemudian bagaimana dipancing, dipepet itu terlihat semua, di dalam situ (VN), nyata sekali,” ujar Tubagus.

Merasa terancam, polisi kemudian melakukan penembakan hingga menewaskan enam pengawal Rizieq.

Dalam konferensi pers, kepolisian menunjukkan sejumlah barang bukti yang disebut milik simpatisan Rizieq.

Ada senjata api berupa dua pucuk pistol dan tujuh peluru. Selain itu, ada tiga selongsong peluru.

Menurut polisi, dua pistol tersebut bukan pistol rakitan. Versi polisi, pihak laskar menembak sebanyak tiga kali.

Barang bukti lain yang ditunjukkan adalah sebilah pedang dan sebilah celurit.

Kejadian Versi FPI

Sekretaris Umum FPI Munarman sebelumnya menjelaskan, Rizieq dan keluarga saat itu tengah menuju acara pengajian subuh keluarga.

Rizieq berangkat dari Sentul, Bogor, pukul 22.30 WIB.

Dalam iring-iringan kendaraan ada juga empat mobil lainnya yang ditumpangi para anggota laskar FPI pengawal Rizieq.

Rombongan sudah menyadari dibuntuti oleh kendaraan lain sejak dari Sentul.

Namun, kata dia, para penguntit itu baru beraksi pukul 12.30 WIB, setelah rombongan Rizieq berada di tol Jakarta-Cikampek, dekat Gerbang Tol Karawang Timur.

"Para penguntit berusaha memotong entah apa tujuannya. Ini orang tak berseragam."

"Berusaha memotong rombongan dan menyetop kendaraan," kata Munarman dalam konferensi pers di markas FPI Petamburan, Jakarta Pusat, Senin sore.

"Ini orang tak berseragam berusaha memotong rombongan dan menyetop kendaraan. Para pengawal bereaksi untuk melindungi HRS . Reaksi normal," katanya.

Menurut dia, ada dua mobil berisi pengawal yang mencoba menghentikan aksi penguntit itu.

Sementara dua mobil lainnya terus jalan mengawal rombongan Rizieq dan keluarga ke tempat tujuan.

Namun, dari dua mobil yang berhadapan dengan penguntit itu, kata Munarman, satu mobil langsung pergi setelah mendengar suara tembakan.

"Mobil yang satunya menyelamatkan diri karena ada tembakan," ujarnya.

Setelah itu, pihak FPI tak bisa melakukan komunikasi lagi dengan enam anggota laskar tersebut.

Karena itu, FPI merilis siaran pers yang menyatakan keenam pengawal Rizieq itu hilang.

Munarman mengaku terkejut saat Kapolda Metro Jaya menyatakan enam simpatisan Rizieq tewas ditembak karena melakukan penyerangan pada polisi.

"Fitnah besar laskar kita disebut membawa senjata api tembak-menembak. Laskar tak dilengkapi senjata api, terbiasa tangan kosong. Kami bukan pengecut," kata Munarman.

"Fitnah luar biasa, pemutarbalikan fakta dengan menyebut laskar yang lebih dahulu menyerang dan melakukan penembakan," sambungnya.

(*/ tribunmedan.id)

Nama

1812,1,212 mart,3,aa gym,7,abdul somad,8,abdullah hehamahua,2,abu dhabi,3,abu janda,8,aburizal bakrie,1,aceh,3,aceh timur,1,ade armando,3,ade londok,1,adi hidayat,2,adian napitupulu,2,adzan,1,agesti ayu,1,agus andrianto,1,agus maftuh,1,aher,1,Ahmad Dhani,14,ahmad yani,2,Ahok,134,AHY,6,aipda fajar indrawan,1,aksi 313,1,al azhar,1,Al Habsyi,2,aldi taher,2,alexis,1,ali mochtar ngabalin,6,allan nairn,1,Allya,1,alor,3,Amazing,3,ambroncius nababan,1,ambulance,1,ambulans,1,amien rais,9,anang hermansyah,2,andi arief,3,andre rosiade,1,Andrew,2,angin puting beliung,1,angkatan udara,1,Anies Baswedan,66,anisa pohan,1,anjing,1,annisa pohan,1,Ansor,2,anti PKI,1,antigen,1,apartemen,1,aqua,3,arab saudi,2,arie untung,2,arifin ilham,4,arifin ilham. muhammad alvin faiz,1,artis,10,ashanty,2,Asma Dewi,1,ASN,2,AstraZeneca,1,aswaja,1,ayu ting ting,1,ayus sabyan,2,aziz syamsuddin,1,babi ngepet,1,Bakar,1,bakrie,1,bali,2,bandung,2,bangkalan,2,banjarmasin,1,banjir,7,Bank,1,banser,1,bansos,1,banten,4,bappenas,1,bareskrim,1,Batak,1,batu,2,bayi,1,BBM,1,begal,1,bekasi,1,Bela Negara,1,BEM SI,1,BEM UI,1,bengkulu,5,bentrok papua,1,Berita,446,Berita Artis,21,berita heboh,25,Berita Internasional,12,berita nasional,53,Berita Viral,1,bima arya,7,Bioskop,1,bir,2,blitar,1,blue film,2,bobby nasution,1,bocah,1,bogor,17,bom,1,Bom Bandung,2,Bom Madinah,1,bosowa grup,1,BPJS,1,bpk,1,brimob,2,Bu Risma,1,Buaya,1,budi gunawan,1,bukittinggi,2,bully,1,BUMN,1,bungurasih,1,buni yani,1,bupati,1,buruh,3,busyro muqoddas,1,cak Nun,2,calon kapolri,2,Calon Pilgub,7,cantik,1,catut nama jokowi,2,Celana Dalam,1,chaplin,2,china,1,Cianjur,2,cinta laura,1,COD,1,Corona,7,Covid,5,Covid 19,13,Covid-19,20,covid19,1,CPNS,1,csr,1,D'Masiv,1,Daerah,6,dajjal,1,dandim,2,danone,2,darut tauhid,1,dayak,1,dayung,1,de,1,debat,1,debat pilpres2019,5,debt collector,1,deddy mizwar,1,deliserdang,1,demak,3,Demo,30,demo1310,1,demokrat,18,Demonstran,1,denny cagur,1,denny siregar,4,Densus,1,Densus 88,1,depok,4,derry sulaiman,1,dewi tanjung,4,dharmasraya,1,diet,3,Dimas Kanjeng,1,din syamsuddin,5,dishub DKI,1,ditangkap,1,Djarot,4,Dki,15,Dki Jakarta,29,Doa,1,dokter,3,Dolar,2,Donald Trump,1,doni munardo,1,DPR,6,DPR RI,2,DPRD,5,DPRD kota Semarang,1,dr tirta,2,dukun,1,dul jaelani,1,e budgeting,1,e-ktp,2,edhy prabowo,7,EDY MULYADI,1,edy rahmayadi,1,eggy sujana,1,Ekonomi,4,emak emak,1,Encun,1,entertainment,46,erick thohir,2,esemka,1,exit,1,facebook,1,fadjroel rahman,1,Fadli zon,22,fahri hamzah,4,felicia tissue,2,felix siauw,2,ferdinan hutahean,8,firli bahuri,1,First travel,1,fitnah,2,five vi,2,food,4,FPI,134,Fuad Amin,1,gading marten,1,Ganjar Pranowo,7,Gatot,2,gatot brajamusti,1,gatot nurmantyo,10,gaza,1,gempa,1,gereja,2,gerindra,10,Gibran,3,gibran rakabumi,1,gibran rakabuming raka,2,giring nidji,1,gisella,5,gita wirjawan,1,Go Pro,1,gojek,2,Golkar,1,Google Maps,1,Googlemaps,1,Gosip,3,GP ansor,1,gpi,1,Grab,1,Gubernur,22,gunung kidul,1,Guru,3,Gus Dur,6,gus nur,2,Gus Yaqut,6,habib,1,habib bahar,1,habib bahar bin smith,3,habib husin,1,Habib Idrus jamalullail,1,habib lutfi,1,habib lutfi bin Yahya,3,habib novel,1,habib rizieq,39,habib rizieq shihab,87,habib smith,1,had,1,haikal hassan,5,haji,2,halte,1,haltim,1,hanafi rais,1,harga daging murah,1,harga sapi murah,1,haris azhar,1,haris pertama,1,hasto,4,Hayya alal jihad,2,health,7,heboh,9,hendropriyono,1,henry subiakto,1,hidayat Nu,1,hidayat Nur Wahid,5,Hijabers,1,hijrah,1,hindu,1,hoax,6,hot,1,hotman paris,3,hrs,6,HTI,3,Hukum,17,Hutang,1,ibadah,1,ibnu chaldun,1,icmi,1,Idul Adha,1,ihsan tanjung,1,ILC,4,ilmuwan,1,Ima,1,imam besar,1,imam syuhada,1,india,3,indomaret,1,indonesia raya,1,indra j piliang,1,Indro Warkop,1,inews,1,Info,2,Inspiring,4,instagram,2,Internasional,25,irvan ghani,2,ISIS,6,Islam,17,israel,5,italia,1,ITS,1,iwan fals,2,jakarta,30,jakarta pusat,1,jakarta timur,1,Jakmania,2,jaksa,2,jamaah islamiyah,1,Jambi,1,Jason Tjakrawinata,1,jawa barat,2,jawa tengah,4,jeddah,1,Jefri Nichol,1,Jerinx SID,1,jihad,1,jilbab,1,JK,3,JKT48,1,JNE,1,jogja,5,joko widodo,3,Jokowi,129,jokowimantu,2,Jonru,6,Joseph Paul Zhang,1,Jozeph Paul Zhang,1,JPO,1,Juliari Peter Batubara,1,jumhur hidayat,3,Jusuf Kalla,6,Kabut Asap,6,kades,1,Kaesang,12,kafir,1,Kahiyang Ayu,1,kalibata city,1,Kalijodo,1,kalimantan,1,Kamera,1,KAMI,20,kapolda,1,Kapolreta,1,kapolri,2,karawang,1,Karni Ilyas,2,kartu kredit,1,Kasus,1,Kasus Angeline,1,Kasus mirna,1,Kasus Sumber Waras,1,katolik,1,kebakaran,3,Kebakaran Hutan,5,kebon nanas,1,kecelakaan,1,Kekasih,1,kekerasan,1,keluang,1,Keluarga,1,kemenag,1,kemensos,2,kepala daerah,1,KH Ma'ruf amin,2,Khazanah,1,khilafah,1,khofifaf,1,Ki Sumo,1,kimia farma,2,Kisah,2,kisruh,1,Kivlan Zen,2,kjp,1,KKP,2,knpi,2,kodam jaya,1,komnas HAM,3,Kontroversi,75,kopassus,1,koperasi,1,Korea Utara,1,korona,1,korupsi,1,KPAI,2,kpi,1,KPK,32,kpps,1,KRI NANGGALA 402,7,Krisna Murti,1,kristen,2,kristiyanto,1,KSP,1,kucing,1,kurir,2,Kyai Marzuqi Mustamar,1,laci,1,Lain-lain,1,laiskodat,1,lapindo,1,laporkan,1,larissa chou,4,lebak,1,leni haini,1,lgbt,1,Lifestyle,5,listyo sigit prabowo,1,LPI,1,lsm,1,luar negeri,1,lucky alamsyah,1,Lulung,2,Luqman Arif,1,m,1,Ma'ruf,2,maaher attuwailibi,1,maaher tuwailibi,1,mabes polri,1,madura,1,Mahasiswa,2,maher attuwailibi,14,mahfud,1,mahfud MD,17,Mahfudz MD,1,Mahkamah Agung,1,Maia Estianti,1,maia estianty,1,makassar,3,MAKI,1,malang,3,malaysia,1,maluku utara,1,Mantan,1,maranir,1,marinir,1,Mario Teguh,10,marrisa Haque,1,marsekal hadi tjahjanto,1,masjid,2,masker,2,mata najwa,5,maulid nabi,1,may day,1,Mayjen TNI Dudung Abdurcahman,1,medan,7,medsos,1,megamendung,1,megawati,9,melaney Ricardo,1,melly goeslaw,1,Meme,1,menag,2,mendikbud,1,menkes,2,menkumham,1,mensos,1,menteng,1,menteri,4,Menteri kesehatan,2,menteri KKP,2,Menteri Susi,2,mer-c,1,Merdeka.com,1,metro jakarta barat,1,metro jaya,1,Metropolitan,1,miras,1,MK,4,moeldoko,2,Moge,3,Motivasi,1,Moto GP,9,mrt,1,mualaf,1,muannas al aidid,2,muba,1,mudik,1,muhaimin iskandar,1,muhammad alvin faiz,4,muhammadiyah,3,MUI,9,mulan jameela,2,munamarman,2,munarman,13,Musibah,3,musni umar,2,Mustofa Nahra,2,nadiem makarim,2,Nahdlatul Ulama,7,Najwa Shihab,5,nani aprilliani,3,Narkoba,4,nasdem,1,Nasional,139,Nasionalisme,5,natal,1,natalius pigai,2,nawir,1,Negara,1,nenah arsihan,1,Nenek,1,neno warisman,4,Netizen,3,News,229,ngawi,1,Nikita,2,nikita mirzani,12,Nikon,1,Nila F moeloek,1,nisa sabyan,1,nissa sabyan,1,non muslim,1,novel bamukmin,5,novel baswedan,5,NTB,1,NTT,4,NU,10,nur Sugik rahardja,11,Nusantara,1,Obama,1,odading,1,ojol,1,Olah Raga,6,Omnibus,2,Omnibus Law,39,Omnibuslaw,6,Online,1,online shop,1,operasi zebra,1,Opini,30,ormas,1,OSIS,1,OTT,1,PA 212,7,padang,4,pak yus,1,palangkaraya,1,palestina,12,pamekasan,2,PAN,1,pancasila,1,pandemi,1,pangdam jaya,1,panglima TNI,6,partai masyumi,1,partai ummat,1,pasha ungu,1,pati,1,PBNU,1,PDIP,18,pecel lele,1,Pegunungan Kendeng,1,pekerjaan,1,Pelajar,1,Pelakor,1,pembangunan nasional,3,pembohong,1,pembunuhan,2,Pemerintah,1,pemprov,2,pemuda pancasila,1,pendeta,1,Pendidikan,2,Pengantin,1,Pengetahuan,2,penistaan agama,2,penulis,1,Perampok,2,perancis,1,perawat,1,Peristiwa,4,perkosa,1,permadi arya,3,perppu,1,perpres,1,pertamina,1,pesawat,2,petamburan,4,Piala Presiden,1,Pilgub DKI,36,pilkada 2018,1,pilkada jatim,1,pilpres2019,7,pinjaman online,1,pistol,2,PKB,2,PKI,3,pkl,1,pkpi,1,PKS,12,PN Jakarta Timur,1,PNS,1,polda,1,Polda Metro Jaya,16,Polisi,41,POLITIK,273,Polri,10,polwan,1,pontianak,1,porno,1,PPATK,4,PPKM,2,PPP,1,prabowo,3,prabowo subianto,6,prabumulih,1,prancis,11,Presiden jokowi,9,presiden.,2,prestasi,1,probolinggo,1,prostitusi online,1,Provokator,1,PSI,4,PT PAL,1,PTPN,2,Puan,3,Puan maharani,3,PUBG,1,pulau seribu,1,Putu Sudiartana,3,rachmawati Soekarnoputri,1,raffi ahmad,2,rahma sarita,1,ramadhan,1,rasis,5,Ratna Sarumpaet,3,ratu wiraksini,1,Rawajati,1,refly harun,8,Regional,1,reklamasi,1,remas al amanah,1,Reza Artamevia,1,Rian,1,riau,4,ribka tjiptaning,3,Ricuh,1,Ridwan Kamil,2,Risma,2,riza patria,1,rizal ramli,3,robby purba,1,rocky gerung,5,Roy Suryo,5,RS Siloam,2,RS UMMI,4,ruhut sitompul,2,Rupiah,2,RUU,2,sabili,1,sabu sabu,1,safeea,1,sahur,2,said didu,2,sam aliano,1,samarinda,2,sandiago uno,20,SARA,6,Saracen,3,satpol PP,2,satrio,1,saudi,1,SBY,24,sean purnama,1,sejarah,2,seleb,9,Selebritas,7,Selebriti,7,semrawut,1,sengketa pilpres 2019,2,serang,1,setnov,13,seto,1,sgm,1,sianida,3,sidang,8,Sidoarjo,1,sidrap,1,singapura,1,slamet maarif,2,sleman,1,sma 6,1,sman 58 ciracas,5,smk 2,2,Snack bikini,1,Soeharto,2,Soekarno,1,soekarno Hatta,1,solo,2,soni eranata,14,sosmed,1,SPBU,1,sports,1,Sri mulyani,4,sriwijaya air,3,subang,1,Sugik Nur Raharja,5,sukabumi,1,sukmawati,1,sukoharjo,2,sulawesi,1,Sule,1,sumatra utara,1,sunda nusantara,1,suparman nyompa,1,supersemar,1,Surabaya,4,surya paloh,1,sus,1,Susi,1,susi pudjiastuti,1,susu sapi,1,swab,1,syahganda nainggolan,5,syahrini,1,syekh Ali Jaber,1,Tahanan Kabur,1,tanah abang,3,Tanaman,1,Tangerang,5,tangerang selatan,1,tanjung balai,1,tanjung priok,1,taqy malik,1,Tarbiyah,1,tasikmalaya,2,taufik,2,Tax Amnesty,1,tegal,1,teh ninih,6,Teknologi,2,Teman Ahok,2,temanggung,1,tengku guru bajang,1,Tengku Zulkarnaen,19,Terawan,1,Tercyduk,2,Teroris,10,Tetangga,1,tetoris,1,Tiktok,5,Timor Leste,1,tips,9,tito karnavian,2,TKI,1,tni,14,tni al,1,toa,2,Tokoh,2,tol,1,tol cipali,1,Toleransi,2,tommy,1,TPU,1,trending topic,27,tri risma harini,5,Tsamara,1,tuban,1,tumpeng,1,TV one,2,TVRI,1,Twitter,1,UAS,9,UGM,2,UI,1,uje,1,umi pipik,1,Umroh,2,uni arab Emirat,1,uni emira arab,2,Unpad,1,Untirta,1,ustad abdul somad,1,Ustad Yahya Waloni,1,UU Cipta Kerja,8,UU ITE,2,vaksin covid 19,5,vaksin palsu,3,vaksin sinovac,4,Vandalisme,1,veronica koman,1,Video,2,Vina Garut,1,viral,36,viral berita heboh,1,viral heboh berita nasional,1,viral kecelakaan hari ini berita nasional,1,Virus,1,Vit,1,wagub jakarta,4,wahaby,1,warga miskin,1,Waria,1,wimar witoelar,1,Wiranto,3,WN Inggris,1,yahudi,2,yahya waloni,8,yahya hasyim,2,Yenni Wahid,1,YLBHI,1,Yogyakarta,1,yunanto wijaya,1,yunarto,1,yunarto wijaya,1,Yuni Shara,3,Yusuf Mansur,1,zaidul akbar,1,zakiah aini,1,zaskia mecca,2,ziarah,1,Zona Merah,1,zulkifli hasan,1,zulkifli muhammad,1,
ltr
item
Wartamenia: Siapa Irvan Ghani? Rela Galang Dana Hampir Rp 1 M untuk 6 Pengawal HRS
Siapa Irvan Ghani? Rela Galang Dana Hampir Rp 1 M untuk 6 Pengawal HRS
https://cdn-2.tstatic.net/medan/foto/bank/images/nama-anggota-fpi-yang-tewas.jpg
Wartamenia
https://www.wartamenia.com/2021/01/siapa-irvan-ghani-rela-galang-dana.html
https://www.wartamenia.com/
https://www.wartamenia.com/
https://www.wartamenia.com/2021/01/siapa-irvan-ghani-rela-galang-dana.html
true
5865075294842629428
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content