Mohon Ke Hakim Agar Penahanan Ditangguhkan, Jaksa Skak Mat Gus Nur

  Wartamenia.com - Kubu Sugi Nur Raharja alias Gus Nur kembali melayangkan permohonan penangguhan penahanan terkait perkara ujaran kebencian...

 Mohon ke Hakim Agar Penahanan Ditangguhkan, Gus Nur: Saya Dizalimi

Wartamenia.com - Kubu Sugi Nur Raharja alias Gus Nur kembali melayangkan permohonan penangguhan penahanan terkait perkara ujaran kebencian. Kali ini, permohonan itu disampaikan dalam sidang perdana yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (19/1/2021).

Diketahui, saat ini Gus Nur masih mendekam di Rumah Tahanan Bareskrim Polri. Dengan demikian, dalam sidang kali ini, dia hanya hadir secara virtual dan diwakili oleh tim kuasa hukumnya.

Ketua tim kuasa hukum Gus Nur, Ahmad Khazinudin mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melayangkan permohonan pada 12 Januari 2021 lalu. Permohanan itu, kata Khazinudin, telah dijamin oleh para tokoh dan ulama.

"Maka, melalui majelis yang mulia hari ini kami ingin mengajukan ulang konfirmasi terhadap hal tersebut. Dan mohon untuk dipertimbangkan," kata Khazinudin di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Khazinudin pun memohon agar majelis hakim mengabulkan permohonan yang meraka layakan. Alasannya, saat ini sedang masa pandemi Covid-19 dan pihak keluarga Gus Nur serta kuasa hukum tidak mendapat akses untuk menjenguk sang pesakitan.

"Mohon dikabulkan, karena pertana ini kondisi Pandemi, lalu juga ada anak kecil, ketiga selama ini akses untuk menjenguk baik dari keluarga dan kuasa hukum juga terhalang dengan alasan pandemi ini," sambungnya.

Khazinudin pun meminta agar Gus Nur juga dapat dihadirkan selama persidangan berlangsung. Pasalnya pada perkara yang sama di Jawa Timur, Gus Nur bisa hadir di ruang sidang.

"Tentu saja kami minta menghadirkan terdakwa karena sebelumnya Gus Nur pernah di dakwa dengan perkara yang sama di jawa timur, hadir tepat waktu dan tidak menggangu jalannya persidangan," papar Khazinudin.

Gus Nur pun diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya saat sidang berlangsung. Dia juga berharap agar permohonannya dapat segera dikabulkan oleh majelis hakim.

"Tadi soal penangguhan penahanan mudah-mudahan dikabulkan karena saya merasa dizalimi, 3 bulan lebih di sini," kata Gus Nur.

Terkait kehadirannya di ruang sidang, Gus Nur pun berharap sama. Menurut dia, hadir di ruang sidang lebih enak ketimbang harus hadir virtual lewat sambungan Zoom.

"Kedua untuk sidang selanjutnya mohon izin saya hadir disitu yang mulia, dari pada lewat zoom lebih puas saya, itu saja,"

Merespons hal tersebut, Hakim Ketua Toto Ridarto akan mempertimbangkan ihwal permohonan penangguhan penahanan yang diajukan kubu Gus Nur. Mengenai kehadiran Gus Nur di ruang sidang, Toto menyebut hal itu sudah diatur dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA).

"Mengenai kehadiran saudara sudah diatur di SEMA, kan ada penasehat hukum, hak saudara tetap terlindungi lah," singkat Toto.

Ogah Ajukan Eksepsi

Kubu Gus Nur dalam hal ini tidak akan mengajukan nota keberatan atau eksepsi terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Nantinya, semuanya akan dibuktikan dalam sidang berikutnya dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sidang selanjutnya akan kembali dihelat pada Selasa (26/1/2021) pekan depan. Agendanya adalah pemeriksaan saksi.

"Dalam kesempatan ini ada beberapa hal yang mau kami sampikan, pertama kami sudah mempelajari dakwaan ini, kami tim kuasa hukum sepakat untuk tidak mengajukan eksepsi," papar Khazinudin.

Dakwaan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Gus Nur dengan sengaja menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menumbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Jaksa Didi AR menyatakan, ujaran kebencian yang disampaikan Gus Nur merujuk pada wawancara Gus Nur di akun YouTube Munjiat Channel.

"Dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, fas dan antagolongan (SARA)," kata Jaksa Didi AR.

Jaksa Didi pun mengurai pernyataan Gus Nur yang dinilai telah menggar hukum. Pertama, pada menit 03.45, Gus Nur berbincang dengan Refli Harun tentang organisasi Nadhatul Ulama (NU).

Gus Nur pun menyebut jika NU adalah bus umum yang diisi oleh supir pemabuk, kondukter teler, dan ekrnet ugal-ugalan. Kata Gus Nur, seakan-akan organisasi NU saat ini tidak lagi ada kesucian.

Jaksa Didi mengatakan, bus umum yang disebut Gus Nur adalah organisasi NU. Selanjutnya, sopir mabuk yang dimaksud adalah Ketua Umum NU, KH. Aqil Siraj dan Wakil Presiden Maruf Amin.

"Bahwa maksud terdakwa seperti bus umum adalah ormas NU. Sopirnya mabok adalah ketua umum KH. Aqil Sirodj dan KH Ma'ruf Amin yang mengeluarkan statment selalu menimbulkan kontroversi di tengah-tengah umat, sehingga umat islam pada umumnya bahkan warga Nahdiyin sendiri terpecah belah," sambungnya.

Jaksa Didi pun menyinggung ucapan lain Gus Nur yang tercantum di video tersebut yang menyatakan NU telah berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Contohnya, joget dangdut dengan biduanita hingga menjaga gereja.

Video tersebut dibuat pada 16 Oktober 2020 lalu di Sofyan Hotel, Jl Prof. DR Soepomo, Tebet Barat, Jakarta Selatan. Saat itu, wawancara dilakukan bersama ahli hukum tata negara, Refly Harun -- yang dalam kasus ini dijadikan sebagai saksi oleh kepolisian.

Jaksa Didi menyatakan, suara dalam video tersebut adalah suara Gus Nur. Hal itu terbukti melalui pemeriksaan forensik digital yang telah dilakukan oleh penyidik kepolisian.

"Maka suara barang bukti adalah identik dengan suara pembanding atas nama Sugi Nur Raharja," pungkas Didi.suara.com

 Jaksa Uraikan Ucapan Gus Nur yang Dinilai Sebarkan Ujaran Kebencian

Jaksa penuntut umum mendakwa Gus Nur sengaja melakukan ujaran kebencian terhadap Nadlatul Ulama (NU). Jaksa menguraikan kalimat-kalimat Gus Nur yang disebut menyebarkan ujaran kebencian di akun YouTube Gus Nur.

"Pada menit 03.45 'saya dulu juga tidak pernah ada apa-apa sebelum ada rezim ini, ke mana saja saya dakwah dikawal Banser, saya adem-ayem sama NU nggak pernah ada masalah. Tetapi setelah rezim ini lahir bang tiba-tiba 180 derajat itu berubah. Saya ibarat NU, sekarang itu seperti bus umum sopirnya mabuk kondekturnya teler gitu, kernetnya ugal-ugalan. Sopirnya begitu, kernetnya juga begitu, dan penumpangnya kurang ajar semua. Merokok juga, nyanyi juga, buka-buka aurat juga, dangdutan juga, jadi kesucian NU yang selama ini saya kenal itu sekarang seakan-akan nggak ada sekarang'," ujar jaksa Didi Ar saat membacakan dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Selasa (19/1/2021).

"Menit 04.34 '....ini hanya itu aja Bang, sekulit ari aja jadi kok saya pusing dengerin apa di bus yang namanya NU tu kan ya jadi itu bisa jadi keneknya Abu Janda, kondekturnya Gus Yaqut, dan sopirnya Kiai Aji Sirot mungkin gitu lah. Nah penumpangnya liberal, sekuler, macem-macem di situ PKI di situ numplek. Di situ yang selama ini ga ada setahu saya ngerokok, minum campur di situ, ah pusing akhirnya saya turun dari bus itu...'," sambungnya.

Jaksa mengungkapkan, yang dimaksud Gus Nur bus umum dalam pernyataan tersebut merupakan ormas NU. Sedangkan sopir mabuk yang dimaksud ialah Ketua Umum KH Said Aqil Siroj dan KH Ma'ruf Amin, yaitu Aqil Siroj dan Ma'ruf Amin dinilai kerap membuat statement yang dianggap kontroversi.

"Bahwa maksud terdakwa seperti bus umum adalah ormas NU. Sopirnya mabok adalah ketua umum KH Aqil Siroj dan KH Ma'ruf Amin yang mengeluarkan statement selalu menimbulkan kontroversi di tengah-tengah umat, sehingga umat islam pada umumnya bahkan warga nahdliyin sendiri terpecah belah," kata Jaksa.

Sedangkan kondektur teler disebut merupakan Abu Janda. Selain itu, jaksa menyebut kenek ugal-ugalan, yaitu tidak mengikuti aturan yang sesuai.

"Kondekturnya teler adalah Abu Janda yang meminum alkohol, keluar masuk diskotek, suka memfitnah dan menghina agama Islam. Keneknya ugal-ugalan adalah tidak mengikuti aturan dan tidak beradab semua penumpang, atau sekuler, liberal, PKI, joget dangdut dengan biduan wanita yang buka aurat, menjaga gereja, dan lain-lain," ujar Jaksa.

Selain itu, jaksa menilai pernyataan Gus Nur terkait PKI. Menurutnya, Gus Nur menuturkan bahwa terdapat paham PKI di dalam NU.

"Penumpangnya liberal adalah penumpang yang berfikir bebas tanpa batas dan aturan. Penumpang sekuler adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau badan negara harus berdiri berpisah dari agama. PKI di situ numplek adalah bahwa di NU terdapat paham PKI," tuturnya.

Gus Nur juga disebut membandingkan NU sebelum tahun 2015 dengan NU saat ini. Jaksa menuturkan Gus Nur menilai NU saat ini mencampur adukan agama, serta tidak konsisten dalam berfatwa.

"Bahwa setelah rezim ini lahir tiba-tiba 180 derajat ini berubah, terdakwa ibaratkan NU sekarang, maksudnya adalah bahwa dulu sebelum tahun 2015 NU sangat baik, suci, khitoh, mengayomi ulama, menjaga ulama, menjaga agama, dan semua masalah selalu diselesaikan secara musyawarah LBM (Lembaga Ba'tsul Masail)," kata Jaksa.

"Dari tahun 2015 sampai dengan sekarang, NU mencampuradukkan agama, antara lain ibadahnya, salawatan di gereja, azan di gereja, dan mengikuti upacara misa/upacara agama lainnya. Menyebarkan kebencian, makin panjang jenggotnya makin goblok, menghina gamis, menghina jidat yang hitam, dan menghina budaya Arab, dekat dengan rezim sekarang, tidak konsisten dalam berfatwa, contohnya BPJS haram menjadi halal dan mengenalkan budaya K-Pop," sambungnya.

Atas perbuatannya Gus Nur didakwa Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Serta Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. detik



Nama

1812,1,212 mart,3,aa gym,5,abdul somad,4,abdullah hehamahua,2,abu dhabi,3,abu janda,8,aburizal bakrie,1,aceh,3,aceh timur,1,ade armando,2,ade londok,1,adi hidayat,1,adian napitupulu,2,adzan,1,agesti ayu,1,agus andrianto,1,agus maftuh,1,aher,1,Ahmad Dhani,14,ahmad yani,2,Ahok,133,AHY,4,aipda fajar indrawan,1,aksi 313,1,al azhar,1,Al Habsyi,2,aldi taher,2,alexis,1,ali mochtar ngabalin,4,allan nairn,1,Allya,1,alor,1,Amazing,3,ambroncius nababan,1,ambulans,1,amien rais,6,anang hermansyah,2,andi arief,1,andre rosiade,1,Andrew,2,angin puting beliung,1,angkatan udara,1,Anies Baswedan,59,anjing,1,annisa pohan,1,Ansor,2,anti PKI,1,aqua,3,arie untung,2,artis,10,ashanty,2,Asma Dewi,1,ASN,2,AstraZeneca,1,aswaja,1,ayus sabyan,1,aziz syamsuddin,1,babi ngepet,1,Bakar,1,bakrie,1,bali,1,bandung,1,banjarmasin,1,banjir,7,Bank,1,banser,1,banten,2,bappenas,1,bareskrim,1,Batak,1,batu,1,bayi,1,BBM,1,begal,1,bekasi,1,Bela Negara,1,BEM SI,1,BEM UI,1,bengkulu,3,bentrok papua,1,Berita,446,Berita Artis,21,berita heboh,25,Berita Internasional,12,berita nasional,53,Berita Viral,1,bima arya,7,Bioskop,1,bir,2,bobby nasution,1,bocah,1,bogor,15,bom,1,Bom Bandung,2,Bom Madinah,1,bosowa grup,1,BPJS,1,bpk,1,brimob,2,Bu Risma,1,Buaya,1,bukittinggi,2,bully,1,BUMN,1,buni yani,1,bupati,1,buruh,3,cak Nun,2,calon kapolri,2,Calon Pilgub,7,cantik,1,catut nama jokowi,2,Celana Dalam,1,chaplin,2,china,1,Cianjur,2,Corona,5,Covid,5,Covid 19,10,Covid-19,10,covid19,1,CPNS,1,csr,1,Daerah,6,dajjal,1,dandim,2,danone,2,dayak,1,dayung,1,de,1,debat,1,debat pilpres2019,5,deddy mizwar,1,deliserdang,1,demak,2,Demo,30,demo1310,1,demokrat,10,Demonstran,1,denny cagur,1,denny siregar,3,Densus,1,Densus 88,1,depok,4,derry sulaiman,1,dewi tanjung,3,dharmasraya,1,diet,3,Dimas Kanjeng,1,din syamsuddin,5,dishub DKI,1,ditangkap,1,Djarot,4,Dki,15,Dki Jakarta,19,Doa,1,dokter,2,Dolar,1,Donald Trump,1,doni munardo,1,DPR,6,DPR RI,2,DPRD,5,DPRD kota Semarang,1,dr tirta,2,dul jaelani,1,e budgeting,1,e-ktp,2,edhy prabowo,7,EDY MULYADI,1,edy rahmayadi,1,eggy sujana,1,Ekonomi,4,Encun,1,entertainment,46,erick thohir,2,esemka,1,exit,1,facebook,1,fadjroel rahman,1,Fadli zon,20,fahri hamzah,3,felicia tissue,2,felix siauw,2,ferdinan hutahean,7,First travel,1,fitnah,2,five vi,2,food,4,FPI,132,Fuad Amin,1,gading marten,1,Ganjar Pranowo,3,Gatot,2,gatot brajamusti,1,gatot nurmantyo,10,gempa,1,gereja,2,gerindra,9,Gibran,3,gibran rakabumi,1,gibran rakabuming raka,1,giring nidji,1,gisella,5,gita wirjawan,1,Go Pro,1,gojek,2,Golkar,1,Google Maps,1,Googlemaps,1,Gosip,3,GP ansor,1,gpi,1,Grab,1,Gubernur,22,gunung kidul,1,Guru,3,Gus Dur,5,gus nur,2,Gus Yaqut,4,habib,1,habib bahar,1,habib bahar bin smith,2,Habib Idrus jamalullail,1,habib lutfi,1,habib lutfi bin Yahya,3,habib novel,1,habib rizieq,39,habib rizieq shihab,83,habib smith,1,had,1,haikal hassan,4,halte,1,haltim,1,hanafi rais,1,harga daging murah,1,harga sapi murah,1,haris azhar,1,haris pertama,1,hasto,1,Hayya alal jihad,2,health,7,heboh,9,hendropriyono,1,henry subiakto,1,hidayat Nu,1,hidayat Nur Wahid,3,Hijabers,1,hijrah,1,hindu,1,hoax,6,hot,1,hotman paris,1,hrs,6,HTI,3,Hukum,17,Hutang,1,ibadah,1,ibnu chaldun,1,icmi,1,Idul Adha,1,ihsan tanjung,1,ILC,4,ilmuwan,1,Ima,1,imam besar,1,imam syuhada,1,india,3,indonesia raya,1,indra j piliang,1,Indro Warkop,1,inews,1,Info,2,Inspiring,4,instagram,2,Internasional,25,irvan ghani,2,ISIS,6,Islam,17,iwan fals,2,jakarta,30,jakarta pusat,1,jakarta timur,1,Jakmania,2,jaksa,2,jamaah islamiyah,1,Jambi,1,Jason Tjakrawinata,1,jawa barat,2,jawa tengah,2,jeddah,1,Jefri Nichol,1,Jerinx SID,1,jihad,1,jilbab,1,JK,3,JKT48,1,JNE,1,jogja,5,joko widodo,3,Jokowi,121,jokowimantu,2,Jonru,6,Joseph Paul Zhang,1,Jozeph Paul Zhang,1,JPO,1,Juliari Peter Batubara,1,jumhur hidayat,3,Jusuf Kalla,6,Kabut Asap,6,kades,1,Kaesang,11,kafir,1,Kahiyang Ayu,1,Kalijodo,1,kalimantan,1,Kamera,1,KAMI,20,kapolda,1,Kapolreta,1,kapolri,2,karawang,1,Karni Ilyas,2,Kasus,1,Kasus Angeline,1,Kasus mirna,1,Kasus Sumber Waras,1,katolik,1,kebakaran,3,Kebakaran Hutan,5,kebon nanas,1,kecelakaan,1,Kekasih,1,kekerasan,1,keluang,1,Keluarga,1,kemensos,1,kepala daerah,1,KH Ma'ruf amin,2,Khazanah,1,khilafah,1,khofifaf,1,kimia farma,1,Kisah,2,kisruh,1,Kivlan Zen,2,kjp,1,KKP,2,knpi,2,kodam jaya,1,komnas HAM,3,Kontroversi,75,kopassus,1,koperasi,1,Korea Utara,1,korona,1,korupsi,1,KPAI,2,KPK,29,kpps,1,KRI NANGGALA 402,7,Krisna Murti,1,kristen,2,KSP,1,kucing,1,kurir,1,Kyai Marzuqi Mustamar,1,laci,1,Lain-lain,1,laiskodat,1,lapindo,1,laporkan,1,lebak,1,leni haini,1,lgbt,1,Lifestyle,5,listyo sigit prabowo,1,LPI,1,lsm,1,luar negeri,1,Lulung,2,Luqman Arif,1,m,1,Ma'ruf,2,maaher attuwailibi,1,maaher tuwailibi,1,mabes polri,1,Mahasiswa,2,maher attuwailibi,14,mahfud,1,mahfud MD,14,Mahfudz MD,1,Mahkamah Agung,1,Maia Estianti,1,maia estianty,1,makassar,3,MAKI,1,malang,2,maluku utara,1,Mantan,1,maranir,1,Mario Teguh,10,marrisa Haque,1,marsekal hadi tjahjanto,1,masjid,1,masker,2,mata najwa,5,maulid nabi,1,may day,1,Mayjen TNI Dudung Abdurcahman,1,medan,7,medsos,1,megamendung,1,megawati,4,melaney Ricardo,1,melly goeslaw,1,Meme,1,menag,1,mendikbud,1,menkes,2,menkumham,1,mensos,1,menteng,1,menteri,4,Menteri kesehatan,2,menteri KKP,2,Menteri Susi,2,mer-c,1,Merdeka.com,1,metro jakarta barat,1,metro jaya,1,Metropolitan,1,miras,1,MK,4,moeldoko,1,Moge,3,Motivasi,1,Moto GP,9,mrt,1,mualaf,1,muannas al aidid,2,muba,1,mudik,1,muhaimin iskandar,1,muhammadiyah,1,MUI,9,mulan jameela,2,munamarman,2,munarman,13,Musibah,3,musni umar,1,Mustofa Nahra,2,nadiem makarim,2,Nahdlatul Ulama,7,Najwa Shihab,5,nani aprilliani,3,Narkoba,4,nasdem,1,Nasional,139,Nasionalisme,5,natal,1,natalius pigai,2,nawir,1,Negara,1,Nenek,1,neno warisman,3,Netizen,2,News,229,ngawi,1,Nikita,2,nikita mirzani,12,Nikon,1,Nila F moeloek,1,nissa sabyan,1,non muslim,1,novel bamukmin,4,novel baswedan,3,NTB,1,NTT,2,NU,10,nur Sugik rahardja,11,Nusantara,1,Obama,1,odading,1,Olah Raga,6,Omnibus,2,Omnibus Law,39,Omnibuslaw,6,Online,1,online shop,1,operasi zebra,1,Opini,30,ormas,1,OSIS,1,OTT,1,PA 212,4,padang,3,pak yus,1,palangkaraya,1,pamekasan,2,pandemi,1,pangdam jaya,1,panglima TNI,6,partai masyumi,1,pasha ungu,1,pati,1,PBNU,1,PDIP,8,pecel lele,1,Pegunungan Kendeng,1,pekerjaan,1,Pelajar,1,Pelakor,1,pembangunan nasional,3,pembohong,1,pembunuhan,2,Pemerintah,1,pemprov,2,pemuda pancasila,1,pendeta,1,Pendidikan,2,Pengantin,1,Pengetahuan,2,penistaan agama,2,penulis,1,Perampok,2,perancis,1,perawat,1,Peristiwa,4,perkosa,1,permadi arya,3,perppu,1,perpres,1,pesawat,2,petamburan,4,Piala Presiden,1,Pilgub DKI,36,pilkada 2018,1,pilkada jatim,1,pilpres2019,7,pistol,2,PKB,2,PKI,3,pkl,1,pkpi,1,PKS,9,PNS,1,polda,1,Polda Metro Jaya,16,Polisi,39,POLITIK,273,Polri,10,polwan,1,pontianak,1,porno,1,PPATK,4,PPP,1,prabowo,3,prabowo subianto,5,prabumulih,1,prancis,11,Presiden jokowi,9,presiden.,2,prestasi,1,probolinggo,1,prostitusi online,1,Provokator,1,PSI,4,PT PAL,1,PTPN,2,Puan,2,PUBG,1,pulau seribu,1,Putu Sudiartana,3,raffi ahmad,2,rahma sarita,1,ramadhan,1,rasis,5,Ratna Sarumpaet,3,ratu wiraksini,1,Rawajati,1,refly harun,7,Regional,1,remas al amanah,1,Reza Artamevia,1,riau,4,ribka tjiptaning,3,Ricuh,1,Ridwan Kamil,2,Risma,2,riza patria,1,rizal ramli,3,robby purba,1,rocky gerung,4,Roy Suryo,4,RS Siloam,2,RS UMMI,3,ruhut sitompul,2,Rupiah,2,RUU,2,sabili,1,sabu sabu,1,safeea,1,sahur,2,said didu,1,sam aliano,1,samarinda,2,sandiago uno,20,SARA,6,Saracen,3,satpol PP,2,satrio,1,saudi,1,SBY,20,sean purnama,1,sejarah,2,seleb,9,Selebritas,7,Selebriti,7,semrawut,1,sengketa pilpres 2019,2,serang,1,setnov,13,seto,1,sgm,1,sianida,3,sidang,8,Sidoarjo,1,sidrap,1,singapura,1,slamet maarif,1,sleman,1,sma 6,1,sman 58 ciracas,5,smk 2,2,Snack bikini,1,Soeharto,2,Soekarno,1,soekarno Hatta,1,solo,2,soni eranata,14,sosmed,1,SPBU,1,sports,1,Sri mulyani,4,sriwijaya air,3,subang,1,Sugik Nur Raharja,5,sukmawati,1,sukoharjo,2,sulawesi,1,Sule,1,sumatra utara,1,sunda nusantara,1,supersemar,1,Surabaya,4,surya paloh,1,sus,1,Susi,1,susi pudjiastuti,1,susu sapi,1,swab,1,syahganda nainggolan,5,syahrini,1,syekh Ali Jaber,1,Tahanan Kabur,1,tanah abang,3,Tanaman,1,Tangerang,4,tangerang selatan,1,tanjung balai,1,tanjung priok,1,Tarbiyah,1,tasikmalaya,2,taufik,2,Tax Amnesty,1,teh ninih,4,Teknologi,2,Teman Ahok,2,tengku guru bajang,1,Tengku Zulkarnaen,18,Terawan,1,Tercyduk,2,Teroris,10,Tetangga,1,tetoris,1,Tiktok,5,Timor Leste,1,tips,9,tito karnavian,2,TKI,1,tni,14,Tokoh,2,tol,1,tol cipali,1,Toleransi,2,tommy,1,TPU,1,trending topic,27,tri risma harini,2,Tsamara,1,tumpeng,1,TV one,2,TVRI,1,Twitter,1,UAS,4,UGM,2,UI,1,uje,1,umi pipik,1,Umroh,2,uni arab Emirat,1,uni emira arab,1,Unpad,1,Untirta,1,Ustad Yahya Waloni,1,UU Cipta Kerja,8,vaksin covid 19,5,vaksin palsu,3,vaksin sinovac,4,Vandalisme,1,veronica koman,1,Video,2,Vina Garut,1,viral,36,viral berita heboh,1,viral heboh berita nasional,1,viral kecelakaan hari ini berita nasional,1,Virus,1,Vit,1,wagub jakarta,4,wahaby,1,warga miskin,1,Waria,1,Wiranto,3,WN Inggris,1,yahudi,2,yahya waloni,8,yahya hasyim,2,Yenni Wahid,1,YLBHI,1,Yogyakarta,1,yunanto wijaya,1,yunarto,1,yunarto wijaya,1,Yuni Shara,1,Yusuf Mansur,1,zaidul akbar,1,zakiah aini,1,zaskia mecca,2,Zona Merah,1,
ltr
item
Wartamenia: Mohon Ke Hakim Agar Penahanan Ditangguhkan, Jaksa Skak Mat Gus Nur
Mohon Ke Hakim Agar Penahanan Ditangguhkan, Jaksa Skak Mat Gus Nur
https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/10/25/83146-ilustrasi-gus-nur.jpg
Wartamenia
https://www.wartamenia.com/2021/01/mohon-ke-hakim-agar-penahanan.html
https://www.wartamenia.com/
https://www.wartamenia.com/
https://www.wartamenia.com/2021/01/mohon-ke-hakim-agar-penahanan.html
true
5865075294842629428
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content