Salah Data Sri Mulyani Saat Mengkritik APBD DKI

Sejagad.com,  Kepala Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tuty Kusumawati menyanggah kritik Menteri Keuangan Sri...

Salah Data Sri Mulyani Saat Mengkritik APBD DKI

Sejagad.com, Kepala Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tuty Kusumawati menyanggah kritik Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terhadap APBD DKI 2018 dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2017-2022 di Balai Kota, Jakarta, Rabu (27/12) kemarin.

Menurut Tuty, kritik yang disampaikan Sri Mulyani seperti soal anggaran pendidikan, perjalanan dinas, dan kesehatan, salah karena tidak berdasarkan pada data terbaru.

"Mengenai data-data yang disampaikan oleh Menkeu pada kenyataannya itu berbeda dengan data yang ada pada kita," ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (28/12/2017). 

Untuk anggaran pendidikan misalnya, Sri Mulyani mengatakan bahwa alokasi yang ditetapkan oleh Pemprov masih di bawah standar yang diwajibkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), yakni 20 persen dari total pendapatan daerah. Sri Mulyani mengira alokasi untuk pendidikan baru 8,8 persen dari total anggaran.

"Porsi belanja pendidikan di DKI Jakarta untuk APBD itu 8,8 persen, jauh di bawah mandat 20 persen," kata Sri Mulyani, yang juga pernah jadi Menkeu pada 2005 hingga 2010. 

Tuty mengatakan hal itu keliru karena data yang dipakai adalah anggaran belanja langsung untuk Dinas Pendidikan (Disdik) DKI APBD 2017, yang besarnya hanya Rp3,2 triliun.

Sebaliknya, menurut Tuty, dalam APBD 2017 dan 2018, jika alokasi pendidikan dihitung menggunakan formulasi yang ditetapkan melalui Permendagri Nomor 33 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018, maka jumlahnya sudah 30an persen.

"Ketika formulasi itu kita masukkan angka-angka, maka ketemu 30 persen lebih. Tepatnya pada tahun 2017 alokasi [untuk pendidikan] 30,04 persen, kemudian 2018 sebesar 30,58 persen" katanya. 

Anggaran untuk pendidikan, Rp21,76 triliun, terdiri dari anggaran belanja langsung (Rp6,26 triliun) dan belanja tidak langsung (Rp8,6 triliun) yang dialokasikan ke Disdik, serta belanja langsung (Rp1,23 triliun) untuk dinas di luar Disdik dan belanja tidak langsung (Rp5,6 triliun) untuk Satuan Kerja Pengelolaan Keuangan Daerah (SKPKD). 

Jika dirinci lagi, alokasi Rp21,76 triliun itu dipakai untuk kegiatan (Rp7,4 triliun), gaji pegawai (Rp8,6 triliun), hibah pendidikan (Rp1,58 triliun), dan bantuan sosial pendidikan (Rp4,07 triliun). Dua anggaran terakhir banyak berisi anggaran buat KJP, BOS, dan BOP.

Meski benar bahwa alokasinya sudah lebih besar dari aturan yang ada, akan tetapi bukan berarti pos ini tidak bisa dikritisi. 

Misalnya. ada beberapa mata anggaran yang dari namanya sulit disebut menopang pendidikan. Misalnya, ada dana Rp5,98 miliar untuk pembiayaan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) Petugas Haji Daerah Provinsi DKI Jakarta yang terdapat dalam Biro Pendidikan dan Mental Spiritual. 

Ada pula anggaran penyediaan jasa tenaga pengemudi, perawatan, dan pemeliharaan Kendaraan Dinas Operasional sebesar Rp123 juta di Pusat Pengembangan dan Pelatihan Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana.

Data yang Luput Dilihat
Selain anggaran pendidikan, Tuty juga mengoreksi pernyataan Sri Mulyani soal anggaran kesehatan DKI yang hanya 6,9 persen, atau jauh di bawah batas alokasi wajib 10 persen.

Sama seperti kritik sebelumnya, menurut Tuty, Sri Mulyani hanya melihat anggaran untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI saja. Padahal untuk melihat alokasi kesehatan yang sesungguhnya Sri Mulyani juga harus melihat alokasi belanja kesehatan tidak langsung "baik di SKPD di Dinkes maupun di seluruh jajaran yang menunjang kesehatan." 

Menurut Tuty, anggaran kesehatan di APBD DKI 2018 memang lebih rendah ketimbang tahun sebelumnya. Namun, angkanya masih di atas 10 persen dari total anggaran. 

Alokasi untuk kesehatan tahun ini mencapai Rp51,04 triliun, atau 15,61 persen dari total anggaran, sementara tahun sebelumnya Rp42,18 triliun atau 17,02 persen.

"Penambahannya [nominal anggaran] tidak sebanding dengan belanja secara keseluruhan, maka seolah-olah persentasenya turun. Tetapi jumlahnya naik," katanya.

Terkait anggaran perjalanan dinas, kemarin Sri Mulyani menyinggung bahwa besarannya bahkan tiga kali lipat ketimbang perjalanan dinas pemerintah pusat. "Satuan biaya uang harian perjalanan dinas untuk gubernur, anggota dewan dan pejabat eselon 1 sebesar Rp1,5 juta per-orang per hari. Dibandingkan SBM pusat sebesar Rp480 ribu per orang per hari," kata Sri Mulyani.

Pernyataan Sri Mulyani memang benar, sepanjang mengikuti aturan lama, yaitu Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 2146 tahun 2017. Padahal sudah ada Kepgub baru, Nomor 1005 Tahun 2017 yang angkanya sudah naik menjadi Rp5 juta untuk gubernur dan ketua dewan, serta Rp4 juta untuk anggota dewan.

Kepgub itu ditandatangani oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat pada 23 Mei 2017 dan menjadi dasar penyebab meroketnya anggaran perjalanan dinas di APBD 2018 sebesar Rp 107,79 miliar dari yang sebelumnya Rp 25,8 miliar di tahun 2017.

Beberapa aspek yang menjadi pertimbangan dalam penentuan besaran uang harian itu, kata Tuty, antara lain aspek rasionalitas, aspek kewajaran, aspek kepatutan, aspek akuntabilitas dan transparansi, serta kemampuan daerah.

"Artinya tiap-tiap daerah oleh Permendagri ini diberikan ruang untuk kemudian berhitung dan merasionalkan belanjanya."

Salah Data Sri Mulyani Saat Mengkritik APBD DKI

Salah Siapa?

Menurut Tuty, kekeliruan Sri Mulyani bukan semata kesalahannya, melainkan tim yang menyiapkan data. Sri Mulyani, menurut Tuty, tidak mempersiapkan datanya sendiri. 


"Kami sebenarnya berharap, tim teknis yang menyiapkan data-data yang akan disampaikan bu menteri dapat memberikan klarifikasi dulu dengan kami," ujarnya.


Tuty menyayangkan kekeliruan-kekeliruan itu dan kemudian sampai ke "telinga" publik. Sebab pernyataan Sri Mulyani itu menjadi berita yang mempengaruhi opini publik. Publik jadi berpikir bahwa rancangan dan penetapan anggaran di DKI tidak benar. 


Dalam rangka klarifikasi langsung, Tuty berencana akan menghubungi tim teknis Kemenkeu.


"Kami berjanji bertemu besok pukul 9 untuk melakukan klarifikasi, agar ke depan kita bisa jalin komunikasi yang baik," katanya. 


(tirto.id)

Nama

1812,1,aa gym,3,abdul somad,3,abu dhabi,3,abu janda,7,aburizal bakrie,1,aceh,2,aceh timur,1,ade armando,1,ade londok,1,adian napitupulu,2,adzan,1,agesti ayu,1,agus andrianto,1,agus maftuh,1,aher,1,Ahmad Dhani,13,ahmad yani,2,Ahok,130,AHY,2,aksi 313,1,al azhar,1,Al Habsyi,2,aldi taher,2,alexis,1,ali mochtar ngabalin,2,allan nairn,1,Allya,1,alor,1,Amazing,3,ambroncius nababan,1,ambulans,1,amien rais,1,anang hermansyah,2,andi arief,1,andre rosiade,1,Andrew,2,angin puting beliung,1,angkatan udara,1,Anies Baswedan,50,anjing,1,Ansor,2,anti PKI,1,aqua,3,arie untung,2,artis,10,ashanty,2,Asma Dewi,1,ASN,2,aswaja,1,ayus sabyan,1,aziz syamsuddin,1,Bakar,1,bakrie,1,bali,1,bandung,1,banjarmasin,1,banjir,7,Bank,1,banser,1,banten,1,bappenas,1,bareskrim,1,Batak,1,batu,1,bayi,1,begal,1,Bela Negara,1,BEM SI,1,BEM UI,1,bengkulu,3,bentrok papua,1,Berita,446,Berita Artis,21,berita heboh,25,Berita Internasional,12,berita nasional,53,Berita Viral,1,bima arya,3,Bioskop,1,bocah,1,bogor,9,bom,1,Bom Bandung,2,Bom Madinah,1,bosowa grup,1,BPJS,1,bpk,1,brimob,2,Bu Risma,1,Buaya,1,bukittinggi,2,buni yani,1,bupati,1,buruh,3,cak Nun,2,calon kapolri,2,Calon Pilgub,7,cantik,1,catut nama jokowi,2,Celana Dalam,1,chaplin,2,Cianjur,2,Corona,5,Covid,5,Covid 19,8,Covid-19,10,covid19,1,CPNS,1,csr,1,Daerah,6,dajjal,1,dandim,2,danone,2,dayak,1,dayung,1,de,1,debat,1,debat pilpres2019,5,deddy mizwar,1,deliserdang,1,demak,2,Demo,30,demo1310,1,demokrat,9,Demonstran,1,denny cagur,1,denny siregar,2,Densus,1,depok,4,derry sulaiman,1,dewi tanjung,3,dharmasraya,1,diet,3,Dimas Kanjeng,1,din syamsuddin,5,ditangkap,1,Djarot,4,Dki,15,Dki Jakarta,13,Doa,1,dokter,2,Dolar,1,Donald Trump,1,DPR,6,DPR RI,2,DPRD,5,DPRD kota Semarang,1,dr tirta,2,dul jaelani,1,e budgeting,1,e-ktp,2,edhy prabowo,7,EDY MULYADI,1,eggy sujana,1,Ekonomi,4,Encun,1,entertainment,46,erick thohir,2,fadjroel rahman,1,Fadli zon,18,fahri hamzah,2,felix siauw,2,ferdinan hutahean,6,First travel,1,fitnah,2,five vi,2,food,4,FPI,120,Fuad Amin,1,gading marten,1,Ganjar Pranowo,3,Gatot,2,gatot brajamusti,1,gatot nurmantyo,10,gempa,1,gereja,1,gerindra,8,Gibran,3,gibran rakabumi,1,gibran rakabuming raka,1,giring nidji,1,gisella,5,gita wirjawan,1,Go Pro,1,gojek,2,Golkar,1,Google Maps,1,Googlemaps,1,Gosip,3,GP ansor,1,gpi,1,Grab,1,Gubernur,22,gunung kidul,1,Guru,3,Gus Dur,5,gus nur,2,Gus Yaqut,3,habib,1,habib bahar,1,habib bahar bin smith,2,Habib Idrus jamalullail,1,habib lutfi,1,habib lutfi bin Yahya,3,habib novel,1,habib rizieq,39,habib rizieq shihab,69,habib smith,1,had,1,haikal hassan,2,halte,1,haltim,1,hanafi rais,1,harga daging murah,1,harga sapi murah,1,haris azhar,1,hasto,1,Hayya alal jihad,2,health,7,heboh,9,hendropriyono,1,henry subiakto,1,hidayat Nu,1,hidayat Nur Wahid,3,Hijabers,1,hijrah,1,hindu,1,hoax,6,hot,1,hotman paris,1,hrs,6,HTI,3,Hukum,17,Hutang,1,ibadah,1,ibnu chaldun,1,icmi,1,Idul Adha,1,ILC,4,ilmuwan,1,Ima,1,imam besar,1,imam syuhada,1,indonesia raya,1,indra j piliang,1,Indro Warkop,1,inews,1,Info,2,Inspiring,4,instagram,1,Internasional,25,irvan ghani,2,ISIS,5,Islam,15,iwan fals,2,jakarta,30,jakarta pusat,1,jakarta timur,1,Jakmania,2,jamaah islamiyah,1,Jambi,1,jawa barat,2,jawa tengah,1,jeddah,1,Jefri Nichol,1,Jerinx SID,1,jihad,1,jilbab,1,JK,3,JKT48,1,JNE,1,jogja,1,joko widodo,3,Jokowi,103,jokowimantu,2,Jonru,6,JPO,1,Juliari Peter Batubara,1,jumhur hidayat,3,Jusuf Kalla,6,Kabut Asap,6,kades,1,Kaesang,9,kafir,1,Kahiyang Ayu,1,Kalijodo,1,Kamera,1,KAMI,20,kapolda,1,Kapolreta,1,kapolri,2,karawang,1,Karni Ilyas,2,Kasus,1,Kasus Angeline,1,Kasus mirna,1,Kasus Sumber Waras,1,kebakaran,3,Kebakaran Hutan,5,kebon nanas,1,kecelakaan,1,Kekasih,1,kekerasan,1,keluang,1,Keluarga,1,kemensos,1,kepala daerah,1,KH Ma'ruf amin,2,Khazanah,1,khilafah,1,khofifaf,1,Kisah,2,kisruh,1,Kivlan Zen,2,kjp,1,KKP,2,knpi,1,kodam jaya,1,komnas HAM,3,Kontroversi,75,Korea Utara,1,korona,1,korupsi,1,KPAI,2,KPK,26,kpps,1,Krisna Murti,1,kristen,1,KSP,1,kucing,1,laci,1,Lain-lain,1,laiskodat,1,lapindo,1,laporkan,1,lebak,1,leni haini,1,lgbt,1,Lifestyle,5,listyo sigit prabowo,1,LPI,1,lsm,1,luar negeri,1,Lulung,2,Luqman Arif,1,m,1,Ma'ruf,2,maaher attuwailibi,1,maaher tuwailibi,1,Mahasiswa,2,maher attuwailibi,14,mahfud,1,mahfud MD,11,Mahfudz MD,1,Mahkamah Agung,1,Maia Estianti,1,maia estianty,1,makassar,1,MAKI,1,malang,2,Mantan,1,maranir,1,Mario Teguh,10,marrisa Haque,1,marsekal hadi tjahjanto,1,masjid,1,masker,1,mata najwa,5,maulid nabi,1,Mayjen TNI Dudung Abdurcahman,1,medan,2,medsos,1,megamendung,1,megawati,4,melaney Ricardo,1,melly goeslaw,1,Meme,1,mendikbud,1,menkes,2,menkumham,1,mensos,1,menteng,1,menteri,4,Menteri kesehatan,2,menteri KKP,2,Menteri Susi,2,mer-c,1,Merdeka.com,1,metro jakarta barat,1,metro jaya,1,Metropolitan,1,MK,4,moeldoko,1,Moge,3,Motivasi,1,Moto GP,9,mrt,1,muannas al aidid,2,muba,1,MUI,8,mulan jameela,1,munamarman,2,munarman,7,Musibah,3,musni umar,1,Mustofa Nahra,2,nadiem makarim,1,Nahdlatul Ulama,7,Najwa Shihab,5,Narkoba,4,nasdem,1,Nasional,139,Nasionalisme,5,natal,1,natalius pigai,2,Negara,1,Nenek,1,neno warisman,3,Netizen,2,News,229,Nikita,2,nikita mirzani,12,Nikon,1,Nila F moeloek,1,nissa sabyan,1,non muslim,1,novel bamukmin,3,novel baswedan,2,NTB,1,NTT,1,NU,10,nur Sugik rahardja,11,Nusantara,1,Obama,1,odading,1,Olah Raga,6,Omnibus,2,Omnibus Law,39,Omnibuslaw,6,Online,1,online shop,1,operasi zebra,1,Opini,30,ormas,1,OSIS,1,OTT,1,PA 212,3,padang,3,pak yus,1,palangkaraya,1,pamekasan,2,pandemi,1,pangdam jaya,1,panglima TNI,5,pasha ungu,1,PBNU,1,PDIP,8,pecel lele,1,Pegunungan Kendeng,1,pekerjaan,1,Pelajar,1,Pelakor,1,pembangunan nasional,3,pembohong,1,pembunuhan,2,Pemerintah,1,pemprov,2,pendeta,1,Pendidikan,2,Pengantin,1,Pengetahuan,2,penistaan agama,2,penulis,1,Perampok,2,perancis,1,Peristiwa,4,perkosa,1,permadi arya,3,perppu,1,perpres,1,pesawat,2,petamburan,4,Piala Presiden,1,Pilgub DKI,36,pilkada 2018,1,pilkada jatim,1,pilpres2019,7,PKB,1,PKI,3,pkl,1,pkpi,1,PKS,6,PNS,1,Polda Metro Jaya,16,Polisi,36,POLITIK,273,Polri,9,pontianak,1,PPATK,4,PPP,1,prabowo,3,prabowo subianto,3,prabumulih,1,prancis,10,Presiden jokowi,9,presiden.,2,prestasi,1,probolinggo,1,prostitusi online,1,Provokator,1,PSI,4,PTPN,2,Puan,2,PUBG,1,Putu Sudiartana,3,raffi ahmad,2,rahma sarita,1,rasis,5,Ratna Sarumpaet,3,ratu wiraksini,1,Rawajati,1,refly harun,6,Regional,1,Reza Artamevia,1,riau,4,ribka tjiptaning,3,Ricuh,1,Ridwan Kamil,2,Risma,2,riza patria,1,rizal ramli,3,robby purba,1,rocky gerung,4,Roy Suryo,1,RS UMMI,3,ruhut sitompul,2,Rupiah,2,RUU,2,said didu,1,sam aliano,1,sandiago uno,20,SARA,6,Saracen,3,satpol PP,2,satrio,1,saudi,1,SBY,18,sean purnama,1,sejarah,2,seleb,9,Selebritas,7,Selebriti,7,semrawut,1,sengketa pilpres 2019,2,serang,1,setnov,13,seto,1,sgm,1,sidang,8,Sidoarjo,1,sidrap,1,singapura,1,slamet maarif,1,sma 6,1,sman 58 ciracas,5,smk 2,2,Snack bikini,1,Soeharto,2,Soekarno,1,soekarno Hatta,1,solo,2,soni eranata,14,sosmed,1,SPBU,1,sports,1,Sri mulyani,3,sriwijaya air,3,subang,1,Sugik Nur Raharja,5,sukmawati,1,sukoharjo,2,sulawesi,1,Sule,1,supersemar,1,Surabaya,2,surya paloh,1,sus,1,Susi,1,susi pudjiastuti,1,syahganda nainggolan,5,syahrini,1,syekh Ali Jaber,1,Tahanan Kabur,1,tanah abang,3,Tanaman,1,Tangerang,3,tangerang selatan,1,tanjung priok,1,Tarbiyah,1,tasikmalaya,2,taufik,2,Tax Amnesty,1,teh ninih,2,Teknologi,2,Teman Ahok,2,tengku guru bajang,1,Tengku Zulkarnaen,13,Terawan,1,Tercyduk,2,Teroris,4,Tetangga,1,Tiktok,3,Timor Leste,1,tips,9,tito karnavian,2,TKI,1,tni,13,Tokoh,2,tol cipali,1,Toleransi,2,tommy,1,TPU,1,trending topic,27,tri risma harini,2,Tsamara,1,tumpeng,1,TV one,2,TVRI,1,Twitter,1,UAS,3,UGM,2,UI,1,Umroh,2,uni arab Emirat,1,uni emira arab,1,Unpad,1,Untirta,1,Ustad Yahya Waloni,1,UU Cipta Kerja,8,vaksin covid 19,4,vaksin palsu,3,vaksin sinovac,4,Vandalisme,1,veronica koman,1,Video,2,Vina Garut,1,viral,36,viral berita heboh,1,viral heboh berita nasional,1,viral kecelakaan hari ini berita nasional,1,Virus,1,Vit,1,wagub jakarta,4,wahaby,1,warga miskin,1,Waria,1,Wiranto,3,WN Inggris,1,yahya waloni,4,Yenni Wahid,1,YLBHI,1,Yogyakarta,1,yunanto wijaya,1,yunarto,1,yunarto wijaya,1,Yuni Shara,1,Yusuf Mansur,1,Zona Merah,1,
ltr
item
Wartamenia: Salah Data Sri Mulyani Saat Mengkritik APBD DKI
Salah Data Sri Mulyani Saat Mengkritik APBD DKI
https://mmc.tirto.id/image/2017/08/28/kuliah-umum-sri-mulyani-antarafoto.JPG
Wartamenia
https://www.wartamenia.com/2017/12/salah-data-sri-mulyani-saat-mengkritik.html
https://www.wartamenia.com/
https://www.wartamenia.com/
https://www.wartamenia.com/2017/12/salah-data-sri-mulyani-saat-mengkritik.html
true
5865075294842629428
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content