Menolak Lupa! 5 Rahasia Kasus SBY yang Susah Terungkap, nomor 2 bikin geleng-geleng kepala

Healmagz.com - Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sering di kait-kaitkan kasus korupsi di eranya ketika menjabat. Beberapa kasus SB...

Healmagz.com - Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sering di kait-kaitkan kasus korupsi di eranya ketika menjabat. Beberapa kasus SBY susah diungkap sampai hilang ditelan bumi. Mulai dari kasus korupsi hingga HAM.



Inilah 5 Rahasia Kasus SBY susah Terungkap
1. Anas Sebut KPK dan Kapolri disinyalir orang suruhan SBY yang siap mengamankan SBY dan kroninya

Anas Tuding SBY & Ibas Korupsi, mungkinkah SBY Presiden RI pertama yang masuk penjara? Bisa jadi ya atau tidak. Tergantung siapa yang mengusutnya, sementara KPK dan Kapolri disinyalir orang suruhan SBY yang siap mengamankan SBY dan kroninya.

Penemuan surat kaleng dari staf KPK kepada Anas menjadi tanda tanya besar ada skema rekayasa Anas. Surat yang ditemukan di sekretariat PPI itu berisikan bahwa KPK merekayasa kasus Anas dan SBY yang menerima uang dana kampanye dari Nazarudin eks Bendahara Umum Partai Demokrat.
Dalam penyitaan barang-barang di rumah Anas juga membuka tabir keterlibatan KPK yang menjadi anjing herder Presiden SBY.

KPK sibuk memainkan isu nasional merusak citra Anas dan mengabaikan Mahfud yang menjadi pintu masuk ke Attiyah Laila istri Anas Urbaningrum untuk dijadikan tersangka, lalu kenapa KPK mengejar-mengejar athiya, namun kasus Bunda Putri alias Bu Pur malah ditinggalkan ?

Ditemukan surat dari pegawai KPK, awalnya tidak akan disampaikan oleh Anas karena rahasia. Tapi ini sudah dibawa oleh KPK jadi harus disampaikan.

"Kita terbuka saja dan siapa pun diperiksa, jangan ada special treatment. Saya hanya minta itu, jangan ada special treatment, perlakuan khusus," ujarnya di kantor KPK, Jakarta, Kamis (14/11/2013).
Sby diduga terlibat dalam proyek senilai Rp 2,5 triliun dan KPK harus turut serta memeriksa Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam mengusut kasus proyek Hambalang.

Firman menambahkan ke dua tokoh ini penting diperiksa mengingat ada dugaan dana proyek Hambalang mengalir di Kongres Partai Demokrat 2010.
"Kan ada Pak Ibas. Kan ada juga fungsi fungsi yang lain, Dewan Pembina. Ada persoalan Pak Ibas, pak SBY di dalam pelaksanaan kongres itu. Kan keterlibatan semua pihak harus dibuka, jangan ada special treatment," ujar Firman. 1

2. Fakta Korupsi Cikeas semakin kuat namun tidak ditindaklanjuti

Dari penggeledahan itu, ditemukan surat yang disebut dari pegawai KPK. "Ditemukan surat dari pegawai KPK," kata juru bicara PPI Ma'mun Murod Al-Barbasy, Selasa (13/10).Kata Ma'mun, awalnya surat itu tak akan dipublikasikan ke publik. Lantaran disita KPK, maka isi surat itu dinilai layak disampaikan ke publik.

"Sifatnya rahasia. Tapi karena digeledah, ketahuan dan kemudian dibawa oleh KPK, maka kami merasa penting surat itu harus dibacakan," ujar dia.

Dalam surat itu, kata Ma'mun tidak disebutkan identitas pengirim. "Tetapi, di dalamnya ada nomor ponsel segala macam, tapi tidak bisa saya sebutkan. Kalau ingin jelasnya, silakan ke KPK. Data ini sudah ada di KPK," ujar Ma'mun.

Pada surat pemeriksaan KPK pada Nazarrudin terungkap bahwa Presiden SBY terima dana kampanye pilpres 2009 dan BAP nya sudah di tandatangani Nazarudin namun tidak pernah diungkit KPK. Demikian halnya dengan BAP Edie Baskoro yang terlibat kasus Hambalang raib di KPK, tragisnya gedung BPK terbakar dan sekarang sejumlah arsip MK hilang terkait pengangkatan SBY-Boediono..!!

Choel sudah diketahui gemar memberikan suap kepada Edhie Baskoro Yudhotono (Ibas) dan anggota keluarga Cikeas, termasuk hadiah mobil mewah seperti Ferari dan sejenisnya.
Choel juga penyimpang rahasia busuk Cikeas yg terkait dgn aliran dana dan penggunaan uang korupsi bank Century utk kepentingan PD/ SBY,

Ingat, choel adalah pimpinan FOX Indonesia, mesin opini dan pencitraan PD/SBY yang banyak menghabiskan uang kampanye termasuk dari Century,
Ingat, Choel juga pernah disebut2 punya hubungan special dengan Hartati Murdaya Poo. Mereka berdua pasangan serasi membobol dan korupsi uang negara.

Tak hanya di kejutkan dengan berita hilangnya BAP ibas di KPK dalam kasus hambalang. BAP itu sengaja di hilangkan untuk menutup pemberian mobil ferrari dari Choel mallarangeng kepada Ibas. Kita di kejutkan dengan kebakaran gedung BPK lantai 11. Di lantai 11 gedung BPK itu adalah ruangan vital yang menyimpan berkas audit Century dan Hambalang.

Lengkaplah sudah permainan busuk KPK, BPK juga Istana untuk menyelamatkan orang-orangnya yang tersandung korupsi Hambalang dan Bank Century. Akhirnya listrik di jadikan "kambing hitam" dalam kebakaran tersebut.

Dengan hilangnya arsip ini, maka Rakyat harus tahu bahwa SBY dan Boediono bukan Presiden dan Wakil Presiden Rakyat, karena illegal, atas hilangnya arsip yang dipandang Mahkamah Konstitusi sebagai tindakan kesalahan prosedur.

Pengajuan Kapolri baru, Sutarman disinyalir untuk melindungi orang bermasalah di pusat kekuasaan. Rekam jejak Sutarman, baik selama menjabat Kapolda maupun Kabareskrim tidak menunjukan prestasi istimewa. Malah, Sutarman cenderung menunjukan catatan hitam.
Dan ini perlu dibuka untuk diketahui dan dikritisi :

A. Komjen Sutarman berdiri paling depan membela Irjen Joko Santoso Koorlantas Polri dalam kasus korupsi Simulator SIM, kasus korupsi besar diusut KPK yang aliran dananya terindikasi menyentuh level bintang 3 bahkan 4. Jadi, komitmen Sutarman terhadap pemberantasan korupsi dan dukungan terhadap KPK patut dipertanyakan," imbuhnya

 B. kasus korupsi besar ditangani kabareskrim yang merugikan Negara ratusan milyar rupiah yang melibatkan tokoh besar seperti korupsi alat kesehatan yang melibatkan Siti Fadila Supari, mantan Menkes yang saat ini menjabat dewan penasehat presiden, tak ada kemajuan.

C. Penanganan korupsi tender plat nomor kendaraan bermotor triliunan rupiah di Koorlantas tak jelas dan menolak ditangani KPK," imbuhnya.

D. Kasus surat palsu Andi Nurpati di Mahkamah Konstitusi yang dilaporkan tokoh sekaliber Ketua MK waktu itu Mahfudz MD, dengan bukti sangat jelas, dicuekin bahkan ditutup kasusnya.
Lalau kapan Ibas dan SBY diajukan ke Pengadilan? Menjadi gelap ketika KPK dan Polisi masih berada dalam ketiak penguasa, rasanya revolusi dan rezim baru yang bisa menjawabnya. Wallahu'alam 2

3. Kasus yang Disebut WikiLeaks Diduga Menyeret SBY dan Mega Hilang Tanpa Jejak

Australia telah mengeluarkan perintah pembungkaman pada kasus dugaan korupsi multi-juta dolar yang disebut melibatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan mantan presiden Megawati Soekarnoputri.

Kasus yang dimaksud adalah, dugaan korupsi proyek pencetakan uang kertas yang melibatkan dua perusahaan Australia.

Demikian diungkap situs antikerahasiaan WikiLeaks. Dua perusahaan itu adalah Reserve Bank of Australia (RBA) dan Note Printing Australia. Selain SBY dan Mega, beberapa tokoh dan pemimpin Asia lainnya juga diduga terlibat.

Menurut WikiLeaks dalam dokumen tertanggal 29 Juli 2014, karyawan dari kedua perusahaan itu diuga menyuap para pejabat Indonesia, Malaysia, dan Vietnam untuk memenangkan kontrak pencetakan uang kertas.

”Ini adalah tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana ada sensor oleh pihak berwenang Australia mengenai kasus (dugaan korupsi) senilai multi-juta dolar,” bunyi dokumen WikiLeaks.

”Aparat keamanan nasional telah dipanggil oleh pihak berwenang Australia untuk mencegah pelaporan kasus ini untuk melindungi hubungan internasional negara-negara itu,” lanjut dokumen situs yang didirikan Julian Assange itu.

WikiLeaks merasa heran dengan media-media, terutama media Australia yang tidak mempublikasikan kasus ini. Kendati demikian, dokumen itu tidak merinci keterkaitan SBY dan Mega secara detail dalam kasus proyek pencetakan uang kertas itu. Selain SBY dan Mega, mantan menteri di era Megawati, Laksamana Sukardi juga disebut WikiLeaks. 3

4. Banyak  Menteri di Era SBY Korupsi

Mantan Kepala Koordinator Renovasi Pembangunan Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sri Utami bersaksi dalam sidang dugaan korupsi dana di kementerian itu dengan terdakwa Waryono Karno.‎ Dalam kesaksiannya, Sri mengaku mantan Menteri ESDM Jero Wacik pernah memakai uang negara untuk menjamu mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu terungkap ketika Ketua Majelis Hakim Artha Theresia mengonfirmasi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sri. Pada BAP itu, Sri menyebut Kementerian ESDM pernah mengucurkan dana untuk keperluan main golf SBY dan Jero.

"‎Ini ada uang entertainment‎ buat apa? Di sini itu ada buat uang golf (Jero) bareng Pak Susilo Bambang Yudhoyono," kata Hakim Artha mengonfirmasi BAP kepada Sri di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (1/6/2015).

Sri yang ditanya sesuai BAP itu tak mengelak. Dia membenarkan ada dana jamuan golf SBY dan Jero dari uang Kementerian ESDM. "Iya," kata Sri.‎

"Uangnya melalui protokol Menteri?" tanya Hakim Artha.

Sri kembali tidak membantah. "Iya," ujar Sri.

Sebelumnya, jaksa mendakwa Waryono Karno dengan 3 dakwaan dalam kasus dugaan korupsi kegiatan sosialisasi, sepeda sehat, dan perawatan gedung pada Kesekretariatan Jenderal Kementerian ESDM. Pada dakwaan pertama, jaksa mendakwanya telah memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi. Atas perbuatannya itu, dia didakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 11.124.736.447.

Waryono diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubang dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Pada dakwaan kedua, Waryono didakwa telah memberikan suap sebesar US$ 140.000 kepada Sutan Bhatoegana selaku ketua Komisi VII DPR. Perbuatan Waryono tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a subsidair Pasal 13 UU Tipikor.‎

Dakwaan terakhir, Waryono disebut menerima gratifikasi berupa uang sebesar US$ 284.862 dan US$ 50.000. Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam pasal 12 B UU Tipikor.

5. Anak SBY Disebut-sebut ikut Korupsi dalam Kasus Angie

 Partai Demokrat (PD) kembali diuji dalam kasus suap dan korupsi. Adalah keterangan Angelina Sondakh (Angie) dalam sidang Nazarudin musababnya.

Dalam sidang lanjutan tuduhan pencucian uang untuk proyek kesehatan dan pendidikan, mantan anggota Komisi X DPR itu mengatakan proyek tersebut sudah diketahui Anas Urbaningrum dan sang pangeran, yakni Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Disebutnya nama Ibas dalam pusaran kasus suap dan korupsi yang melilit Nazaruddin dan Angie sudah untuk kesekian kalinya. Praktis, kasus tersebut masih akan menyita perhatian PD dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum.

“Jika dahulu penanggulangan kasus seperti ini bisa dideliver kepada kepada elite lapis kedua di PD. Sekarang tidak lagi. SBY harus turun tangan. Posisi beliau sebagai orang nomor satu di PD adalah alasannya,” buka Peneliti Founding Fathers House (FFH) Dian Permata, Kamis (7/1/2016).

Dilanjutkan Dian, PD harus segera menuntaskan kasus tersebut. Apakah Ibas terlibat atau tidak? Karena jika kasus seperti ini berlarut-larut dalam penanganannya maka akan merugikan PD sendiri.

PD sendiri sudah merasakan efeknya. Di mana pada Pemilu 2014 perolehan suara mereka turun drastis. Hal itu dikarenakan partai besutan SBY menjadi bulan-bulanan media massa akibat banyaknya elite PD yang tersangkaut kasus suap dan korupsi.

“Sejatinya, PD pasti belajar pada hasil Pemilu 2014. Dengan begitu pada Pemilu 2019, penurunan suara tidak terjadi lagi,” tegasnya.

Tentu saja, lanjut Dian, untuk memulihkan citra negatif yang sudah terlanjur terbangun itu, PD harus bekerja keras. Seperti bagaimana kader-kader PD tidak tersangkut pada persoalan yang sama.

sumber: rahasiakan.com

Nama

1812,1,212 mart,3,aa gym,5,abdul somad,4,abdullah hehamahua,2,abu dhabi,3,abu janda,8,aburizal bakrie,1,aceh,3,aceh timur,1,ade armando,2,ade londok,1,adi hidayat,1,adian napitupulu,2,adzan,1,agesti ayu,1,agus andrianto,1,agus maftuh,1,aher,1,Ahmad Dhani,14,ahmad yani,2,Ahok,133,AHY,4,aipda fajar indrawan,1,aksi 313,1,al azhar,1,Al Habsyi,2,aldi taher,2,alexis,1,ali mochtar ngabalin,5,allan nairn,1,Allya,1,alor,1,Amazing,3,ambroncius nababan,1,ambulans,1,amien rais,7,anang hermansyah,2,andi arief,1,andre rosiade,1,Andrew,2,angin puting beliung,1,angkatan udara,1,Anies Baswedan,60,anjing,1,annisa pohan,1,Ansor,2,anti PKI,1,aqua,3,arie untung,2,artis,10,ashanty,2,Asma Dewi,1,ASN,2,AstraZeneca,1,aswaja,1,ayus sabyan,1,aziz syamsuddin,1,babi ngepet,1,Bakar,1,bakrie,1,bali,1,bandung,1,banjarmasin,1,banjir,7,Bank,1,banser,1,banten,2,bappenas,1,bareskrim,1,Batak,1,batu,1,bayi,1,BBM,1,begal,1,bekasi,1,Bela Negara,1,BEM SI,1,BEM UI,1,bengkulu,3,bentrok papua,1,Berita,446,Berita Artis,21,berita heboh,25,Berita Internasional,12,berita nasional,53,Berita Viral,1,bima arya,7,Bioskop,1,bir,2,bobby nasution,1,bocah,1,bogor,15,bom,1,Bom Bandung,2,Bom Madinah,1,bosowa grup,1,BPJS,1,bpk,1,brimob,2,Bu Risma,1,Buaya,1,bukittinggi,2,bully,1,BUMN,1,buni yani,1,bupati,1,buruh,3,busyro muqoddas,1,cak Nun,2,calon kapolri,2,Calon Pilgub,7,cantik,1,catut nama jokowi,2,Celana Dalam,1,chaplin,2,china,1,Cianjur,2,Corona,5,Covid,5,Covid 19,10,Covid-19,10,covid19,1,CPNS,1,csr,1,Daerah,6,dajjal,1,dandim,2,danone,2,dayak,1,dayung,1,de,1,debat,1,debat pilpres2019,5,deddy mizwar,1,deliserdang,1,demak,2,Demo,30,demo1310,1,demokrat,10,Demonstran,1,denny cagur,1,denny siregar,3,Densus,1,Densus 88,1,depok,4,derry sulaiman,1,dewi tanjung,3,dharmasraya,1,diet,3,Dimas Kanjeng,1,din syamsuddin,5,dishub DKI,1,ditangkap,1,Djarot,4,Dki,15,Dki Jakarta,21,Doa,1,dokter,2,Dolar,1,Donald Trump,1,doni munardo,1,DPR,6,DPR RI,2,DPRD,5,DPRD kota Semarang,1,dr tirta,2,dul jaelani,1,e budgeting,1,e-ktp,2,edhy prabowo,7,EDY MULYADI,1,edy rahmayadi,1,eggy sujana,1,Ekonomi,4,Encun,1,entertainment,46,erick thohir,2,esemka,1,exit,1,facebook,1,fadjroel rahman,1,Fadli zon,20,fahri hamzah,3,felicia tissue,2,felix siauw,2,ferdinan hutahean,8,First travel,1,fitnah,2,five vi,2,food,4,FPI,132,Fuad Amin,1,gading marten,1,Ganjar Pranowo,3,Gatot,2,gatot brajamusti,1,gatot nurmantyo,10,gempa,1,gereja,2,gerindra,9,Gibran,3,gibran rakabumi,1,gibran rakabuming raka,1,giring nidji,1,gisella,5,gita wirjawan,1,Go Pro,1,gojek,2,Golkar,1,Google Maps,1,Googlemaps,1,Gosip,3,GP ansor,1,gpi,1,Grab,1,Gubernur,22,gunung kidul,1,Guru,3,Gus Dur,5,gus nur,2,Gus Yaqut,4,habib,1,habib bahar,1,habib bahar bin smith,2,Habib Idrus jamalullail,1,habib lutfi,1,habib lutfi bin Yahya,3,habib novel,1,habib rizieq,39,habib rizieq shihab,83,habib smith,1,had,1,haikal hassan,4,halte,1,haltim,1,hanafi rais,1,harga daging murah,1,harga sapi murah,1,haris azhar,1,haris pertama,1,hasto,1,Hayya alal jihad,2,health,7,heboh,9,hendropriyono,1,henry subiakto,1,hidayat Nu,1,hidayat Nur Wahid,3,Hijabers,1,hijrah,1,hindu,1,hoax,6,hot,1,hotman paris,1,hrs,6,HTI,3,Hukum,17,Hutang,1,ibadah,1,ibnu chaldun,1,icmi,1,Idul Adha,1,ihsan tanjung,1,ILC,4,ilmuwan,1,Ima,1,imam besar,1,imam syuhada,1,india,3,indonesia raya,1,indra j piliang,1,Indro Warkop,1,inews,1,Info,2,Inspiring,4,instagram,2,Internasional,25,irvan ghani,2,ISIS,6,Islam,17,iwan fals,2,jakarta,30,jakarta pusat,1,jakarta timur,1,Jakmania,2,jaksa,2,jamaah islamiyah,1,Jambi,1,Jason Tjakrawinata,1,jawa barat,2,jawa tengah,2,jeddah,1,Jefri Nichol,1,Jerinx SID,1,jihad,1,jilbab,1,JK,3,JKT48,1,JNE,1,jogja,5,joko widodo,3,Jokowi,122,jokowimantu,2,Jonru,6,Joseph Paul Zhang,1,Jozeph Paul Zhang,1,JPO,1,Juliari Peter Batubara,1,jumhur hidayat,3,Jusuf Kalla,6,Kabut Asap,6,kades,1,Kaesang,11,kafir,1,Kahiyang Ayu,1,Kalijodo,1,kalimantan,1,Kamera,1,KAMI,20,kapolda,1,Kapolreta,1,kapolri,2,karawang,1,Karni Ilyas,2,Kasus,1,Kasus Angeline,1,Kasus mirna,1,Kasus Sumber Waras,1,katolik,1,kebakaran,3,Kebakaran Hutan,5,kebon nanas,1,kecelakaan,1,Kekasih,1,kekerasan,1,keluang,1,Keluarga,1,kemensos,1,kepala daerah,1,KH Ma'ruf amin,2,Khazanah,1,khilafah,1,khofifaf,1,kimia farma,1,Kisah,2,kisruh,1,Kivlan Zen,2,kjp,1,KKP,2,knpi,2,kodam jaya,1,komnas HAM,3,Kontroversi,75,kopassus,1,koperasi,1,Korea Utara,1,korona,1,korupsi,1,KPAI,2,KPK,29,kpps,1,KRI NANGGALA 402,7,Krisna Murti,1,kristen,2,KSP,1,kucing,1,kurir,1,Kyai Marzuqi Mustamar,1,laci,1,Lain-lain,1,laiskodat,1,lapindo,1,laporkan,1,lebak,1,leni haini,1,lgbt,1,Lifestyle,5,listyo sigit prabowo,1,LPI,1,lsm,1,luar negeri,1,Lulung,2,Luqman Arif,1,m,1,Ma'ruf,2,maaher attuwailibi,1,maaher tuwailibi,1,mabes polri,1,Mahasiswa,2,maher attuwailibi,14,mahfud,1,mahfud MD,14,Mahfudz MD,1,Mahkamah Agung,1,Maia Estianti,1,maia estianty,1,makassar,3,MAKI,1,malang,2,maluku utara,1,Mantan,1,maranir,1,Mario Teguh,10,marrisa Haque,1,marsekal hadi tjahjanto,1,masjid,1,masker,2,mata najwa,5,maulid nabi,1,may day,1,Mayjen TNI Dudung Abdurcahman,1,medan,7,medsos,1,megamendung,1,megawati,4,melaney Ricardo,1,melly goeslaw,1,Meme,1,menag,1,mendikbud,1,menkes,2,menkumham,1,mensos,1,menteng,1,menteri,4,Menteri kesehatan,2,menteri KKP,2,Menteri Susi,2,mer-c,1,Merdeka.com,1,metro jakarta barat,1,metro jaya,1,Metropolitan,1,miras,1,MK,4,moeldoko,1,Moge,3,Motivasi,1,Moto GP,9,mrt,1,mualaf,1,muannas al aidid,2,muba,1,mudik,1,muhaimin iskandar,1,muhammadiyah,3,MUI,9,mulan jameela,2,munamarman,2,munarman,13,Musibah,3,musni umar,1,Mustofa Nahra,2,nadiem makarim,2,Nahdlatul Ulama,7,Najwa Shihab,5,nani aprilliani,3,Narkoba,4,nasdem,1,Nasional,139,Nasionalisme,5,natal,1,natalius pigai,2,nawir,1,Negara,1,Nenek,1,neno warisman,3,Netizen,2,News,229,ngawi,1,Nikita,2,nikita mirzani,12,Nikon,1,Nila F moeloek,1,nissa sabyan,1,non muslim,1,novel bamukmin,4,novel baswedan,3,NTB,1,NTT,2,NU,10,nur Sugik rahardja,11,Nusantara,1,Obama,1,odading,1,Olah Raga,6,Omnibus,2,Omnibus Law,39,Omnibuslaw,6,Online,1,online shop,1,operasi zebra,1,Opini,30,ormas,1,OSIS,1,OTT,1,PA 212,4,padang,3,pak yus,1,palangkaraya,1,palestina,2,pamekasan,2,pandemi,1,pangdam jaya,1,panglima TNI,6,partai masyumi,1,pasha ungu,1,pati,1,PBNU,1,PDIP,8,pecel lele,1,Pegunungan Kendeng,1,pekerjaan,1,Pelajar,1,Pelakor,1,pembangunan nasional,3,pembohong,1,pembunuhan,2,Pemerintah,1,pemprov,2,pemuda pancasila,1,pendeta,1,Pendidikan,2,Pengantin,1,Pengetahuan,2,penistaan agama,2,penulis,1,Perampok,2,perancis,1,perawat,1,Peristiwa,4,perkosa,1,permadi arya,3,perppu,1,perpres,1,pesawat,2,petamburan,4,Piala Presiden,1,Pilgub DKI,36,pilkada 2018,1,pilkada jatim,1,pilpres2019,7,pistol,2,PKB,2,PKI,3,pkl,1,pkpi,1,PKS,9,PNS,1,polda,1,Polda Metro Jaya,16,Polisi,39,POLITIK,273,Polri,10,polwan,1,pontianak,1,porno,1,PPATK,4,PPP,1,prabowo,3,prabowo subianto,5,prabumulih,1,prancis,11,Presiden jokowi,9,presiden.,2,prestasi,1,probolinggo,1,prostitusi online,1,Provokator,1,PSI,4,PT PAL,1,PTPN,2,Puan,2,PUBG,1,pulau seribu,1,Putu Sudiartana,3,raffi ahmad,2,rahma sarita,1,ramadhan,1,rasis,5,Ratna Sarumpaet,3,ratu wiraksini,1,Rawajati,1,refly harun,8,Regional,1,remas al amanah,1,Reza Artamevia,1,riau,4,ribka tjiptaning,3,Ricuh,1,Ridwan Kamil,2,Risma,2,riza patria,1,rizal ramli,3,robby purba,1,rocky gerung,4,Roy Suryo,4,RS Siloam,2,RS UMMI,3,ruhut sitompul,2,Rupiah,2,RUU,2,sabili,1,sabu sabu,1,safeea,1,sahur,2,said didu,1,sam aliano,1,samarinda,2,sandiago uno,20,SARA,6,Saracen,3,satpol PP,2,satrio,1,saudi,1,SBY,20,sean purnama,1,sejarah,2,seleb,9,Selebritas,7,Selebriti,7,semrawut,1,sengketa pilpres 2019,2,serang,1,setnov,13,seto,1,sgm,1,sianida,3,sidang,8,Sidoarjo,1,sidrap,1,singapura,1,slamet maarif,1,sleman,1,sma 6,1,sman 58 ciracas,5,smk 2,2,Snack bikini,1,Soeharto,2,Soekarno,1,soekarno Hatta,1,solo,2,soni eranata,14,sosmed,1,SPBU,1,sports,1,Sri mulyani,4,sriwijaya air,3,subang,1,Sugik Nur Raharja,5,sukmawati,1,sukoharjo,2,sulawesi,1,Sule,1,sumatra utara,1,sunda nusantara,1,supersemar,1,Surabaya,4,surya paloh,1,sus,1,Susi,1,susi pudjiastuti,1,susu sapi,1,swab,1,syahganda nainggolan,5,syahrini,1,syekh Ali Jaber,1,Tahanan Kabur,1,tanah abang,3,Tanaman,1,Tangerang,4,tangerang selatan,1,tanjung balai,1,tanjung priok,1,Tarbiyah,1,tasikmalaya,2,taufik,2,Tax Amnesty,1,teh ninih,4,Teknologi,2,Teman Ahok,2,tengku guru bajang,1,Tengku Zulkarnaen,18,Terawan,1,Tercyduk,2,Teroris,10,Tetangga,1,tetoris,1,Tiktok,5,Timor Leste,1,tips,9,tito karnavian,2,TKI,1,tni,14,Tokoh,2,tol,1,tol cipali,1,Toleransi,2,tommy,1,TPU,1,trending topic,27,tri risma harini,2,Tsamara,1,tumpeng,1,TV one,2,TVRI,1,Twitter,1,UAS,4,UGM,2,UI,1,uje,1,umi pipik,1,Umroh,2,uni arab Emirat,1,uni emira arab,1,Unpad,1,Untirta,1,Ustad Yahya Waloni,1,UU Cipta Kerja,8,vaksin covid 19,5,vaksin palsu,3,vaksin sinovac,4,Vandalisme,1,veronica koman,1,Video,2,Vina Garut,1,viral,36,viral berita heboh,1,viral heboh berita nasional,1,viral kecelakaan hari ini berita nasional,1,Virus,1,Vit,1,wagub jakarta,4,wahaby,1,warga miskin,1,Waria,1,Wiranto,3,WN Inggris,1,yahudi,2,yahya waloni,8,yahya hasyim,2,Yenni Wahid,1,YLBHI,1,Yogyakarta,1,yunanto wijaya,1,yunarto,1,yunarto wijaya,1,Yuni Shara,1,Yusuf Mansur,1,zaidul akbar,1,zakiah aini,1,zaskia mecca,2,ziarah,1,Zona Merah,1,
ltr
item
Wartamenia: Menolak Lupa! 5 Rahasia Kasus SBY yang Susah Terungkap, nomor 2 bikin geleng-geleng kepala
Menolak Lupa! 5 Rahasia Kasus SBY yang Susah Terungkap, nomor 2 bikin geleng-geleng kepala
https://2.bp.blogspot.com/-jykOBVOae1Q/V-8faF2cWLI/AAAAAAAAAak/m0NCEf4e8k0ci2Jltyu-sPpCiPFubOQ8wCLcB/s640/00.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-jykOBVOae1Q/V-8faF2cWLI/AAAAAAAAAak/m0NCEf4e8k0ci2Jltyu-sPpCiPFubOQ8wCLcB/s72-c/00.jpg
Wartamenia
https://www.wartamenia.com/2016/09/menolak-lupa-5-rahasia-kasus-sby-yang.html
https://www.wartamenia.com/
https://www.wartamenia.com/
https://www.wartamenia.com/2016/09/menolak-lupa-5-rahasia-kasus-sby-yang.html
true
5865075294842629428
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content