Kegagalpahaman Felix Siauw yang Membenci Feminisme atas nama Islam

Healmagz.com - Ketika saya membuka twitter siang ini, teman sekamar saya dibuat kaget oleh jeritan saya yang terbahak kesal. Ya, terbahak, t...



Healmagz.com - Ketika saya membuka twitter siang ini, teman sekamar saya dibuat kaget oleh jeritan saya yang terbahak kesal. Ya, terbahak, tapi kesal. Pasalnya adalah rangkaian kultwit dari "ustad" selebtwit @felixsiauw. Seperti biasa, Siauw sedang merasa "berdakwah" melalui kultwitnya tentang betapa penting seorang perempuan menjadi full time mother. Entah demi apa, Siauw merasa harus mendiskreditkan Feminisme dalam "dakwah"nya. Parahnya, gambaran Siauw soal feminisme bisa dibilang 'sesat' pikir (jika term sesat bukan hanya milik fundamentalis dalam memaki orang yang beda aliran).
 

Saya perempuan, Islam, dan terganggu dengan “dakwah” a la Siauw. Sebenarnya saya sudah malas membuang energi untuk memikirkan isi kultwit "ustad" @felixsiauw ini. Tapi rasanya sudah terlalu banyak logical fallacy yang disampaikan oleh baginda Felix Siauw (atas nama dakwah) dan diamini oleh ribuan pengikutnya. Bahkan lebih kejam, yang Siauw lakukan menurut saya adalah fitnah terhadap feminisme. Ya, fitnah. Tak ada kata yang lebih halus dan pantas buat menggambarkan "gagasan" yang disebarkan Siauw melalui sosial medianya.
 

Siauw memang dikenal lihai dalam memainkan kata-kata berima agar mudah diingat orang. Saya mungkin tidak selihai Siauw dalam merangkai kata, tapi saya berusaha menyederhanakan pembahasan ini agar mudah dimengerti. Semoga dapat diterima melalui pikiran yang terbuka. 

Kekeliruan Berpikir Siauw 

Dalam rangkaian kultwitnya, Siauw seringkali berbusa-busa mendiskreditkan feminisme, suatu cabang ilmu yang saya berani bertaruh ia sendiri tidak memahami apapun tentang itu. Membedah setiap twit Siauw satu persatu mungkin bisa membantu dalam menakar dangkalnya logika Siauw, namun itu hanya akan membuat panjang postingan ini.
 

1. Islam Tidak Sejalan Dengan Feminisme
 

Dalam rangkaian kultwitnya Siauw seringkali membenturkan-benturkan (dengan cara yang sangat ceroboh) antara islam dan feminisme. Seakan feminis = anti islam, dan kalau kamu islam maka jauhi feminisme. Jelas Siauw tidak akan pernah sudi mendorong "jamaah"nya di twitland untuk mencari tau lebih jauh apa itu feminisme selain merujuk pada kicauan 180 karakternya.
 

Pertanyaannya : benarkah ide feminisme bertentangan dengan islam? 
Ya, meskipun islam dan feminisme bukan merupakan suatu cocoklogi yang perlu disama-samakan, tapi setidaknya ini penting untuk menjelaskan kesalahan berpikir yang sangat mendasar hingga berujung fitnah. Setidaknya, mudah-mudahan ini bisa jadi bermanfaat bagi perempuan muslim yang selama ini mungkin masih merasa takut dosa kalau mempertanyakan logika Felix Siauw yang sering mengatasnamakan agama islam tersebut.

 
Taukah Siauw sejarah feminisme gelombang pertama yang menuntut hak-hak politik bagi perempuan? (Ayolah, kalaupun tidak tau anda kan bisa googling!) Dosakah jika Marry Wollstonecraft dkk kala itu yang menuntut agar perempuan punya hak ekonomi, kepemilikan properti, dan hak suara dalam pemilu?


Tahukah Siauw mengenai riwayat gerakan feminisme gelombang kedua yang mati-matian menyuarakan hak seksualitas perempuan, hak reproduksi, interseksionalisme, dan equality justice bagi perempuan lintas kelas sosial?

Di zaman sebelum Islam Rasulullah, khususnya dalam konteks masyarakat Arab, perempuan tidak punya hak waris. Bahkan tidak punya hak atas kepemilikan harta. Kemudian Islam memberi perempuan hak waris setengah dari hak laki-laki namun harta waris tersebut didaulat khusus buat si perempuan. Karena pada masa itu masing-masing suku khawatir terjadi peralihan dan penguasaan harta pada suku lain jika anak perempuan mereka dinikahkan dengan laki-laki dari suku lain.

Islam jadi pioneer pada masanya (dan pada konteksnya) berkenaan dengan hak kepemilikan (property) buat perempuan. Islam dan nabi Muhammad SAW juga mempersilakan perempuan bermajlis dan berpendapat. Bukankah itu sejalan dengan gagasan besar feminisme gelombang pertama?

Jika pada masanya perempuan/istri dianggap sebagai properti milik laki-laki  yang bahkan bisa dibarter dengan barang atau perempuan lain, lalu islam datang dan meninggikan posisi perempuan dalam keluarga dan dalam masyarakat. Kemudian Islam mengatakan bahwa istri dan perempuan adalah “amanah” dan melarang laki-laki memperkosa perempuan. Bukankah itu kalimat yang paling pas digunakan dalam konteks masyarakat Arab kala itu (yang begitu patriarkis bahkan menganggap perempuan adalah setengah manusia) dengan mengatakan pada laki-lakinya untuk memperlakukan perempuan secara adil, karena sesungguhnya perempuan adalah saudara kandung laki-laki. Bukankah itu sejalan dengan logika feminisme gelombang kedua?

Yeah, I’m looking at you Mr. Siauw, and all Siauw fanbase. Lanjut pada kekeliruan berpikir Siauw yang kedua.

2. Feminisme Merupakan Gerakan Untuk Menyuruh Perempuan Bekerja

Ketidak-tahu-apa-apaan Siauw tentang Feminisme juga terlihat dari caranya dalam mereduksi feminisme seolah hanya seputar perjuangan perempuan bekerja atau tidak. Duh, inilah akibat jika tidak iqra’. Mari kita bicara melalui logika bodoh-bodohan Siauw dari cuitan @felixsiauw (09/01) :

29. Dalam Islam hukum wanita bekerja itu mubah (boleh)| sedankan menjadi “ibu dan pengelola rumah tangga” itu kewajiban 30. Kita tentunya bersyukur ada wanita yang berprofesi sebagai dokter, perawat, guru, dll | memudahkan Muslimah dalam berinteraksi 31. Tentunya selama Muslimah ini tetap mengutamakan yang wajib | yaitu sebagai ibu dan pengatur rumah tangga yang tak bisa digantikan 32. Jadi sah-sah saha wanita memilih bekerja | namun beres juga kewajibannya | tentu bila dia lebih memilih yang wajib, itu yang utama 36. Sekali lagi, maka karir dan profesi terbaik wanita | adalah menjadi ibu sepenuhnya dan pengelola rumah tangga.

Jadi setelah mensyukuri ada profesi-profesi tertentu yang diisi oleh perempuan (yang mungkin memang memudahkan bagi perempuan-perempuan terdekatnya), Siauw disaat bersamaan justru kembali menihilkan peran karir/profesi perempuan tersebut dengan mengatakan bahwa karir terbaik adalah menjadi ibu sepenuhnya. Lebih gawat, Siauw juga membelesakkan apa yang disebut feminis gelombang kedua sebagai “beban ganda” melalui kultwitnya yang ke-31 dan 32.

Padahal, jika Siauw mau sedikit membaca mungkin dia akan sedikit paham bahwa feminisme justru adalah tentang pembebasan perempuan dalam memilih sesuatu untuk hidupnya. Kemudian YANG TERPENTING ADALAH, agar dalam apapun pilihan perempuan tersebut, ia tetap bisa menjadi seperti apa yang ia inginkan. Bebas dari penindasan dan diskriminasi. Jadi jelas feminisme bukan gerakan yang menyuruh perempuan bekerja. Itu hanya akal-akalan Siauw saja. Lantas jika kita memakai logika Siauw, apakah segenap persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan karir/profesi dapat selesai? Saya yakin tidak. Karena standar idealnya sudah ditentukan oleh Siauw sendiri, yaitu; karir dan profesi terbaik wanita adalah menjadi ibu sepenuhnya dan pengelola rumah tangga.

Tidakkah Siauw bisa berpikir lebih kreatif dalam membagi peran suami-istri, sehingga keduanya (baik suami maupun istri) bisa sama-sama menjalankan fungsi/peran sosial dan domestiknya sebagai manusia yang paripurna? Mungkin hal ini yang tidak masuk dalam logika Siauw.

Dalam “dakwah”nya Siauw, pembagian peran gender diklasifikasi secara sangat kaku. Padahal yang begini ini bukankah justru mempersempit potensi manusia, bukan hanya perempuan, tapi juga laki-laki. Perempuan dipisahkan dari konteks sosialnya untuk mengurus rumah dan anak. Sedangkan laki-laki dipisahkan dari konteks rumah tangga, meskipun ia diposisikan sebagai ‘pemimpin’. Padahal jika Siauw mengakui perempuan bisa bekerja diluar sambil mengurus pekerjaan domestik, bukankah seharusnya laki-lakipun bisa? Sehingga tidak perlu ada beban ganda bagi perempuan pekerja.

4. Feminisme Merupakan Akar Dari Semua Permasalahan Sosial

Ya, Siauw seringkali menganggap feminisme sebagai biang keretakan rumah tangga, dan oleh sebab itu menjadi biang dari permasalahan sosial lain seperti kenakalan anak dan penyimpangan lainnya. Ya saya berkhusnuzon pikiran ini muncul lantaran Siauw memang tidak tau apa-apa soal feminisme bahkan mungkin tidak tau apa-apa soal problem sosial yang sangat kompleks dan kontekstual.

Siauw juga sepertinya girang sekali saat membeberkan data angka perceraian yang tinggi di A.S, dan lantas mengaitkannya dengan feminisme. Saya sih iba saja dengan ketidakmampuan Siauw dalam membaca konteks sosial. Saya yakin Siauw mengabaikan sama sekali konteks sosial-budaya dan ekonomi-politik yang melatari tingginya angka perceraian.

Ayolah, krisis ekonomi serta ketimpangan pendapatan dan kesulitan lapangan kerja di A.S yang menjadi penyebab utama tingginya angka perceraian itu kan bukan salah feminisme. Saya curiga, Siauw mungkin cuma baca judul grafik dan lalu mensharenya di twitter tanpa mau cari tau dulu konteksnya.

Ya, Siauw mungkin memang sekedar suka saja menyalahkan feminisme sebagai biang keladi, persis seperti anggota dewan yang menyalahkan PKI untuk bencana gunung meletus. Kemudian dengan seenaknya bilang “ini akibat feminisme yang mengaburkan peran ayah dan ibu dalam rumah tangga”. Bagaimana perut saya tidak terkocok geli.

Ada Apa Dengan Siauw
 

 Jika selama ini Siauw suka sekali mengatasnamakan "ajaran islam", harusnya Siauw sadar bahwa apa yang dilakukan nabi Muhammad dan islam jauh sebelum adanya feminisme, adalah membuka peluang bagi hak-hak perempuan. Lantas kenapa sekarang Siauw (dan kebanyakan “pengemban dakwah” lainnya) justru menggunakan segenap ayat-ayat untuk membatasi ruang gerak perempuan?
 

 Penyebabnya tentu bisa banyak hal, bisa melalui pengalaman pribadi yang Siauw jalani, mungkin juga ditambah keengganan mempelajari sesuatu yang bersumber dari apapun yang "bukan islam". Namun secara garis besar, saya menyimpulkan mental patriarkis-lah yang membentuk karakter Siauw, termasuk karakter twitnya. Dalam hal ini, Siauw memang tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Tapi Siauw menjadi salah ketika dia menolak untuk peduli dan menularkan pemikiran salahnya tersebut pada orang banyak.
 

Siauw yang laki-laki, misoginis, jelas menikmati perannya sebagai “pemimpin” atau sebagai peran gender yang “lebih diutamakan” dalam lingkungan sosial yang patriarkis. Untuk memberi makan ego tersebut, biasanya setiap orang punya cara yang berbeda. Kebetulan (dan sialnya), Siauw memilih jalan “dakwah” dan menjual potongan ayat dengan tafsiran literal (yang penting cukup buat mewakili kepentingannya) demi melanggengkan status quo sebagai peran gender yang powerful.
 

 Umpan Siauw dimakan oleh “jamaah”nya melalui ratusan retweet. Melalui proses tersebut gagasan Siauw menyebar, dan bagi beberapa orang dimaknai sebagai sebuah fakta. Disaat bersamaan, orang dibatasi imajinasinya tentang peran agama dalam kehidupan sosial. Sehingga banyak yang lupa untuk berpikir bahwa islam (setelah ribuan tahun sejak ditinggal Nabi Muhammad SAW) seharusnya sudah jauh lebih dinamis. Begitu pula dalam konteks peran gender. Jika dulu islam (dalam konteks masyarakat Arab) bisa begitu progresif, mengapa sekarang tidak?
 

Jadi tidak heran kan jika di khutbah-khutbah Jum’at banyak Khatib yang berbusa bicara soal masa-masa mangkrak suram ummat Islam. Tapi tidak pernah bisa menjelaskan lebih dari, “Kita sedang diserang gagasan liberal, komunis!” atau “Bangsa kita sedang krisis moral karena kurang menerapkan ajaran islam!” atau semacamnya. Huft, ayolah. Saya sih lebih suka menanamkan islam saya didalam hati, biar yang terpancar keluar adalah cerminan saya sebagai manusia yang rahmatan lil alamin. Begitu juga dengan teman-teman dengan kepercayaan lain, yang saya yakin kepercayaannya punya banyak kebijaksanaan untuk dibagikan.
 

Sementara Siauw, dalam tiap rangkaian kultwitnya (entah mengapa) memang suka sekali mengarahkan pada perempuan. Saya tebak mungkin karena Siauw menganggap perempuan merupakan tulang punggung moral bagi sebuah bangsa, kaum, atau ummat. Maka nelangsa sekali menjadi perempuan. Sudahlah tidak boleh “go public”, ia juga harus jadi barometer moral yang sejatinya merupakan dialektika dari interaksi manusia sebagai makhluk sosial. Bukan cuma perempuan. Yaa jadi tidak heran lah ya, mengapa Siauw hobi sekali mengkonstruksi makna “perempuan ideal” dalam setiap “dakwah”nya.
 

Jadi ya Bung Felix Siauw, feminisme menjadi sangat penting karena di dunia ini masih banyak orang-orang seperti anda.
 

Penulis: Rancha Belnevan, kompasianer
Nama

1812,1,aa gym,5,abdul somad,3,abu dhabi,3,abu janda,8,aburizal bakrie,1,aceh,2,aceh timur,1,ade armando,2,ade londok,1,adian napitupulu,2,adzan,1,agesti ayu,1,agus andrianto,1,agus maftuh,1,aher,1,Ahmad Dhani,14,ahmad yani,2,Ahok,131,AHY,4,aksi 313,1,al azhar,1,Al Habsyi,2,aldi taher,2,alexis,1,ali mochtar ngabalin,2,allan nairn,1,Allya,1,alor,1,Amazing,3,ambroncius nababan,1,ambulans,1,amien rais,6,anang hermansyah,2,andi arief,1,andre rosiade,1,Andrew,2,angin puting beliung,1,angkatan udara,1,Anies Baswedan,55,anjing,1,annisa pohan,1,Ansor,2,anti PKI,1,aqua,3,arie untung,2,artis,10,ashanty,2,Asma Dewi,1,ASN,2,AstraZeneca,1,aswaja,1,ayus sabyan,1,aziz syamsuddin,1,Bakar,1,bakrie,1,bali,1,bandung,1,banjarmasin,1,banjir,7,Bank,1,banser,1,banten,1,bappenas,1,bareskrim,1,Batak,1,batu,1,bayi,1,begal,1,Bela Negara,1,BEM SI,1,BEM UI,1,bengkulu,3,bentrok papua,1,Berita,446,Berita Artis,21,berita heboh,25,Berita Internasional,12,berita nasional,53,Berita Viral,1,bima arya,7,Bioskop,1,bir,2,bocah,1,bogor,11,bom,1,Bom Bandung,2,Bom Madinah,1,bosowa grup,1,BPJS,1,bpk,1,brimob,2,Bu Risma,1,Buaya,1,bukittinggi,2,buni yani,1,bupati,1,buruh,3,cak Nun,2,calon kapolri,2,Calon Pilgub,7,cantik,1,catut nama jokowi,2,Celana Dalam,1,chaplin,2,Cianjur,2,Corona,5,Covid,5,Covid 19,8,Covid-19,10,covid19,1,CPNS,1,csr,1,Daerah,6,dajjal,1,dandim,2,danone,2,dayak,1,dayung,1,de,1,debat,1,debat pilpres2019,5,deddy mizwar,1,deliserdang,1,demak,2,Demo,30,demo1310,1,demokrat,10,Demonstran,1,denny cagur,1,denny siregar,3,Densus,1,depok,4,derry sulaiman,1,dewi tanjung,3,dharmasraya,1,diet,3,Dimas Kanjeng,1,din syamsuddin,5,ditangkap,1,Djarot,4,Dki,15,Dki Jakarta,16,Doa,1,dokter,2,Dolar,1,Donald Trump,1,doni munardo,1,DPR,6,DPR RI,2,DPRD,5,DPRD kota Semarang,1,dr tirta,2,dul jaelani,1,e budgeting,1,e-ktp,2,edhy prabowo,7,EDY MULYADI,1,eggy sujana,1,Ekonomi,4,Encun,1,entertainment,46,erick thohir,2,fadjroel rahman,1,Fadli zon,18,fahri hamzah,3,felicia tissue,1,felix siauw,2,ferdinan hutahean,7,First travel,1,fitnah,2,five vi,2,food,4,FPI,125,Fuad Amin,1,gading marten,1,Ganjar Pranowo,3,Gatot,2,gatot brajamusti,1,gatot nurmantyo,10,gempa,1,gereja,2,gerindra,8,Gibran,3,gibran rakabumi,1,gibran rakabuming raka,1,giring nidji,1,gisella,5,gita wirjawan,1,Go Pro,1,gojek,2,Golkar,1,Google Maps,1,Googlemaps,1,Gosip,3,GP ansor,1,gpi,1,Grab,1,Gubernur,22,gunung kidul,1,Guru,3,Gus Dur,5,gus nur,2,Gus Yaqut,4,habib,1,habib bahar,1,habib bahar bin smith,2,Habib Idrus jamalullail,1,habib lutfi,1,habib lutfi bin Yahya,3,habib novel,1,habib rizieq,39,habib rizieq shihab,79,habib smith,1,had,1,haikal hassan,3,halte,1,haltim,1,hanafi rais,1,harga daging murah,1,harga sapi murah,1,haris azhar,1,haris pertama,1,hasto,1,Hayya alal jihad,2,health,7,heboh,9,hendropriyono,1,henry subiakto,1,hidayat Nu,1,hidayat Nur Wahid,3,Hijabers,1,hijrah,1,hindu,1,hoax,6,hot,1,hotman paris,1,hrs,6,HTI,3,Hukum,17,Hutang,1,ibadah,1,ibnu chaldun,1,icmi,1,Idul Adha,1,ILC,4,ilmuwan,1,Ima,1,imam besar,1,imam syuhada,1,indonesia raya,1,indra j piliang,1,Indro Warkop,1,inews,1,Info,2,Inspiring,4,instagram,1,Internasional,25,irvan ghani,2,ISIS,6,Islam,17,iwan fals,2,jakarta,30,jakarta pusat,1,jakarta timur,1,Jakmania,2,jaksa,2,jamaah islamiyah,1,Jambi,1,jawa barat,2,jawa tengah,1,jeddah,1,Jefri Nichol,1,Jerinx SID,1,jihad,1,jilbab,1,JK,3,JKT48,1,JNE,1,jogja,1,joko widodo,3,Jokowi,114,jokowimantu,2,Jonru,6,JPO,1,Juliari Peter Batubara,1,jumhur hidayat,3,Jusuf Kalla,6,Kabut Asap,6,kades,1,Kaesang,10,kafir,1,Kahiyang Ayu,1,Kalijodo,1,Kamera,1,KAMI,20,kapolda,1,Kapolreta,1,kapolri,2,karawang,1,Karni Ilyas,2,Kasus,1,Kasus Angeline,1,Kasus mirna,1,Kasus Sumber Waras,1,kebakaran,3,Kebakaran Hutan,5,kebon nanas,1,kecelakaan,1,Kekasih,1,kekerasan,1,keluang,1,Keluarga,1,kemensos,1,kepala daerah,1,KH Ma'ruf amin,2,Khazanah,1,khilafah,1,khofifaf,1,Kisah,2,kisruh,1,Kivlan Zen,2,kjp,1,KKP,2,knpi,2,kodam jaya,1,komnas HAM,3,Kontroversi,75,kopassus,1,Korea Utara,1,korona,1,korupsi,1,KPAI,2,KPK,26,kpps,1,Krisna Murti,1,kristen,2,KSP,1,kucing,1,laci,1,Lain-lain,1,laiskodat,1,lapindo,1,laporkan,1,lebak,1,leni haini,1,lgbt,1,Lifestyle,5,listyo sigit prabowo,1,LPI,1,lsm,1,luar negeri,1,Lulung,2,Luqman Arif,1,m,1,Ma'ruf,2,maaher attuwailibi,1,maaher tuwailibi,1,mabes polri,1,Mahasiswa,2,maher attuwailibi,14,mahfud,1,mahfud MD,14,Mahfudz MD,1,Mahkamah Agung,1,Maia Estianti,1,maia estianty,1,makassar,3,MAKI,1,malang,2,Mantan,1,maranir,1,Mario Teguh,10,marrisa Haque,1,marsekal hadi tjahjanto,1,masjid,1,masker,1,mata najwa,5,maulid nabi,1,Mayjen TNI Dudung Abdurcahman,1,medan,4,medsos,1,megamendung,1,megawati,4,melaney Ricardo,1,melly goeslaw,1,Meme,1,menag,1,mendikbud,1,menkes,2,menkumham,1,mensos,1,menteng,1,menteri,4,Menteri kesehatan,2,menteri KKP,2,Menteri Susi,2,mer-c,1,Merdeka.com,1,metro jakarta barat,1,metro jaya,1,Metropolitan,1,miras,1,MK,4,moeldoko,1,Moge,3,Motivasi,1,Moto GP,9,mrt,1,mualaf,1,muannas al aidid,2,muba,1,MUI,9,mulan jameela,2,munamarman,2,munarman,8,Musibah,3,musni umar,1,Mustofa Nahra,2,nadiem makarim,1,Nahdlatul Ulama,7,Najwa Shihab,5,Narkoba,4,nasdem,1,Nasional,139,Nasionalisme,5,natal,1,natalius pigai,2,Negara,1,Nenek,1,neno warisman,3,Netizen,2,News,229,Nikita,2,nikita mirzani,12,Nikon,1,Nila F moeloek,1,nissa sabyan,1,non muslim,1,novel bamukmin,3,novel baswedan,2,NTB,1,NTT,2,NU,10,nur Sugik rahardja,11,Nusantara,1,Obama,1,odading,1,Olah Raga,6,Omnibus,2,Omnibus Law,39,Omnibuslaw,6,Online,1,online shop,1,operasi zebra,1,Opini,30,ormas,1,OSIS,1,OTT,1,PA 212,3,padang,3,pak yus,1,palangkaraya,1,pamekasan,2,pandemi,1,pangdam jaya,1,panglima TNI,5,pasha ungu,1,PBNU,1,PDIP,8,pecel lele,1,Pegunungan Kendeng,1,pekerjaan,1,Pelajar,1,Pelakor,1,pembangunan nasional,3,pembohong,1,pembunuhan,2,Pemerintah,1,pemprov,2,pemuda pancasila,1,pendeta,1,Pendidikan,2,Pengantin,1,Pengetahuan,2,penistaan agama,2,penulis,1,Perampok,2,perancis,1,perawat,1,Peristiwa,4,perkosa,1,permadi arya,3,perppu,1,perpres,1,pesawat,2,petamburan,4,Piala Presiden,1,Pilgub DKI,36,pilkada 2018,1,pilkada jatim,1,pilpres2019,7,PKB,1,PKI,3,pkl,1,pkpi,1,PKS,7,PNS,1,Polda Metro Jaya,16,Polisi,36,POLITIK,273,Polri,10,pontianak,1,PPATK,4,PPP,1,prabowo,3,prabowo subianto,3,prabumulih,1,prancis,10,Presiden jokowi,9,presiden.,2,prestasi,1,probolinggo,1,prostitusi online,1,Provokator,1,PSI,4,PTPN,2,Puan,2,PUBG,1,Putu Sudiartana,3,raffi ahmad,2,rahma sarita,1,rasis,5,Ratna Sarumpaet,3,ratu wiraksini,1,Rawajati,1,refly harun,7,Regional,1,Reza Artamevia,1,riau,4,ribka tjiptaning,3,Ricuh,1,Ridwan Kamil,2,Risma,2,riza patria,1,rizal ramli,3,robby purba,1,rocky gerung,4,Roy Suryo,3,RS Siloam,1,RS UMMI,3,ruhut sitompul,2,Rupiah,2,RUU,2,sabili,1,safeea,1,said didu,1,sam aliano,1,sandiago uno,20,SARA,6,Saracen,3,satpol PP,2,satrio,1,saudi,1,SBY,20,sean purnama,1,sejarah,2,seleb,9,Selebritas,7,Selebriti,7,semrawut,1,sengketa pilpres 2019,2,serang,1,setnov,13,seto,1,sgm,1,sidang,8,Sidoarjo,1,sidrap,1,singapura,1,slamet maarif,1,sma 6,1,sman 58 ciracas,5,smk 2,2,Snack bikini,1,Soeharto,2,Soekarno,1,soekarno Hatta,1,solo,2,soni eranata,14,sosmed,1,SPBU,1,sports,1,Sri mulyani,3,sriwijaya air,3,subang,1,Sugik Nur Raharja,5,sukmawati,1,sukoharjo,2,sulawesi,1,Sule,1,sumatra utara,1,supersemar,1,Surabaya,2,surya paloh,1,sus,1,Susi,1,susi pudjiastuti,1,susu sapi,1,syahganda nainggolan,5,syahrini,1,syekh Ali Jaber,1,Tahanan Kabur,1,tanah abang,3,Tanaman,1,Tangerang,3,tangerang selatan,1,tanjung priok,1,Tarbiyah,1,tasikmalaya,2,taufik,2,Tax Amnesty,1,teh ninih,4,Teknologi,2,Teman Ahok,2,tengku guru bajang,1,Tengku Zulkarnaen,15,Terawan,1,Tercyduk,2,Teroris,8,Tetangga,1,tetoris,1,Tiktok,3,Timor Leste,1,tips,9,tito karnavian,2,TKI,1,tni,14,Tokoh,2,tol cipali,1,Toleransi,2,tommy,1,TPU,1,trending topic,27,tri risma harini,2,Tsamara,1,tumpeng,1,TV one,2,TVRI,1,Twitter,1,UAS,3,UGM,2,UI,1,Umroh,2,uni arab Emirat,1,uni emira arab,1,Unpad,1,Untirta,1,Ustad Yahya Waloni,1,UU Cipta Kerja,8,vaksin covid 19,5,vaksin palsu,3,vaksin sinovac,4,Vandalisme,1,veronica koman,1,Video,2,Vina Garut,1,viral,36,viral berita heboh,1,viral heboh berita nasional,1,viral kecelakaan hari ini berita nasional,1,Virus,1,Vit,1,wagub jakarta,4,wahaby,1,warga miskin,1,Waria,1,Wiranto,3,WN Inggris,1,yahya waloni,8,yahya hasyim,2,Yenni Wahid,1,YLBHI,1,Yogyakarta,1,yunanto wijaya,1,yunarto,1,yunarto wijaya,1,Yuni Shara,1,Yusuf Mansur,1,zaidul akbar,1,zakiah aini,1,Zona Merah,1,
ltr
item
Wartamenia: Kegagalpahaman Felix Siauw yang Membenci Feminisme atas nama Islam
Kegagalpahaman Felix Siauw yang Membenci Feminisme atas nama Islam
http://3.bp.blogspot.com/-dTTCVfUxG1Q/VpLa8Q0fCCI/AAAAAAAABUw/qPBl48rVxwk/s640/ustaz-felix-siauw-muslim-haram-berpacaran-3ca5.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-dTTCVfUxG1Q/VpLa8Q0fCCI/AAAAAAAABUw/qPBl48rVxwk/s72-c/ustaz-felix-siauw-muslim-haram-berpacaran-3ca5.jpg
Wartamenia
https://www.wartamenia.com/2016/01/kegagalpahaman-felix-siauw-yang.html
https://www.wartamenia.com/
https://www.wartamenia.com/
https://www.wartamenia.com/2016/01/kegagalpahaman-felix-siauw-yang.html
true
5865075294842629428
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content