Kemenangan Jokowi di MKD, Pengkhianatan PKS, Kejaksaan Agung Mulai Bergerak, Setya Novanto Stres

Healmagz.com - Putusan sebagian besar para hakim Mahkamah Kehormatan Dewan di DPR (1/12/2015) yang melanjutkan sidang etik kasus catut Sety...










Healmagz.com - Putusan sebagian besar para hakim Mahkamah Kehormatan Dewan di DPR (1/12/2015) yang melanjutkan sidang etik kasus catut Setya Novanto, dimaknai sebagai ‘kemenangan sementara’ Jokowi. Oleh karena Jokowi berada di pihak yang benar, di pihak rakyat, maka lanjutnya sidang etik itu juga dimaknai sebagai kemenangan sementara rakyat.

Sebelumnya, sidang kasus catut Novanto itu terancam ditutup di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) akibat manufer hakim MKD pro-Novanto. Hakim anggota MKD yang baru diganti dari Golkar melakukan berbagai manufer dan bertindak layaknya preman Pulogadung. Namun melalui mekanisme voting, sidang kode etik tetap dilanjutkan setelah para hakim yang memilih option melanjutkan sidang etik, menang.

Logika para anggota MKD terutama dari Golkar, sudah setara dengan logika anak TK. Seperti anak TK yang meminta mainan dengan merengek-rengek, Kahar Muzakir dari Golkar juga meminta dengan menggebrak meja agar kasus catut Novanto ditutup. Caranya, ia dan kawan-kawan terus-menerus mempersoalkan kembali legal standing Sudirman Said sebagai pihak pelapor dan keabsahan bukti rekaman. Padahal dua hal yang dipersoalkan itu telah dibahas dan diselesaikan sebelumnya.

Aksi preman para hakim MKD dari Golkar yang membela secara membabi buta Novanto, mencerminkan keinginan Golkar untuk menutup kasus itu. Bagi Golkar, kelanjutan sidang etik merupakan pertaruhan karir Setya Novanto sebagai ketua DPR. Dan karena Novanto dari Golkar, maka sidang etik itu juga merupakan pertaruhan Aburizal Bakri sebagai Ketua Umum Golkar. Konsekuensinya, Golkar harus dengan kasat mata mengintervensi MKD.

Manufer Golkar yang akan mengintervensi MKD itu jauh-jauh hari telah diprediksi banyak pihak. Maka  sebagai responsnya, Jokowi berkali-kali mengatakan bahwa kasus catut itu dia percayakan sepenuhnya kepada MKD. Jokowi juga menambah kata ‘jangan diintervensi’ sebagai bentuk peringatan bagi Golkar dan Gerinda. Peringatan itu pun membuat Golkar dan KMP serba salah.

Tindakan Presiden Jokowi yang menyerahkan kasus catut itu di MKD dianggap sebagian besar rakyat sangat tepat. Tindakan itu dianggap sebagai sebuah respons yang pas, tepat dan cerdas. Dukungan rakyat kepada Presiden Jokowi pun mengalir deras untuk mengusut kasus catut itu lewat MKD. Akibatnya, sebagian besar hakim MKD dipaksa merubah haluan seperti yang diperlihatkan ketua Hakim MKD, Surahman Hidayat, dari PKS dan Demokrat. Namun bagi Golkar yang sudah terlanjur ‘basah’, tidak lagi menggubris peringatan itu.

Sinyal berbaliknya PKS dan tidak lagi membela Setya Novanto, mulai terlihat ketika Presiden PKS, Sohibul Iman, memerintahkan Fahri Hamzah untuk menghentikan koar-koarnya membela Novanto. Setelah perintah itu muncul, Fahri yang sebelumnya berbusa-busa mulutnya membela Novanto, tiba-tiba berubah bagai ‘singa’ jinak dan tidak mau lagi mengomentari kasus Novanto. Bagi PKS, tindakan membela Novanto adalah sebuah tindakan ‘bunuh diri bodoh’. Membela Novanto berarti membela kezaliman, kecurangan, pengkhianatan dan persengkokolan jahat.

Tindakan itu jelas akan semakin membuat PKS di mata rakyat semakin rusak pasca korupsi daging sapi mantan Presiden PKS sebelumnya. Kalkulasi PKS yang berkesimpulan bahwa membela Novanto lebih banyak ruginya daripada untungnya menimbulkan kesadaran politis para elit PKS. Lewat kesadaran politis itu, maka PKS akhirnya mengambil kesimpulan untuk tidak membela Novanto. Pada voting lanjutan sidang etik, ketua MKD dari PKS, terbukti ikut angkat tangan dan memilih untuk melanjutkan sidang kode etik kasus catut Novanto.

Manufer PKS yang berbalik badan dengan tidak lagi membela Novanto, jelas dimaknai sebagai sebuah ‘pengkhianatan’ oleh Golkar. Aburizal Bakri pun mulai berpikir ulang soal kebersamaan dengan PKS yang sering bertindak licik di saat-saat genting. Golkar yang sebelumnya mengharapkan dukungan penuh dari PKS untuk tidak meneruskan kasus catut itu, ternyata hanya pepesan kosong. PKS jelas telah bermain di dua kaki. Ketika rakyat, dan sebagian besar hakim MKD, terutama dari Demokrat, yang ingin melanjutkan siding kasus itu, maka PKS bermanufer, berkelit, mengambil keuntungan, mengambil kesempatan di antara kesempitan.

 Golkar pun semakin sadar, bahwa eksisnya PKS di DPR karena kecerdasanya bermanufer, dan kelihaiannya membaca situasi. Ketika situasi genting, PKS selalu mengambil keuntungan yang memihak dirinya. Trik licik PKS itu sudah berulangkali diterapkan saat pemerintahan SBY, saat pemilihan pimpinan DPR dan sekarang dalam kasus Novanto. PKS percaya benar pada dogma bahwa dalam politik, tidak ada kawan sejati, yang ada adalah kepentingan sejati. Ketika PKS melihat bahwa sama sekali tidak lagi menguntungkan membela Novanto karena rakyat sudah muak kepada Novanto, maka PKS pun meninggalkan Novanto di tengah jalan sendirian. Jadilah PKS mengkhianati Golkar secara sadis. Golkar pun semakin sadar akan politik pragmatis PKS.

Pengkhianatan PKS itu jelas dimaknai sebagai tusukan dari belakang  oleh Golkar. Kemarin (1/12/2015) yang seharusnya ada sidang Bamus di DPR dan dipimpin oleh Setya Novanto, tiba-tiba batal. Pembatalan sidang Bamus itu disebabkan karena Setya Novanto sedang stress setelah mendengar hasil sidang MKD yang tetap memproses kasusnya. Stresnya Novanto bisa dimaklumi karena gambaran hasil akhir dari sidang itu akan memutuskan untuk memecat dirinya. Jika dirinya akhirnya dipecat dari jabatan prestisius Ketua DPR, maka Novanto dalam hidupnya terus menyesal. Novanto akan selalu mengenang nasibnya yang berakhir dengan tragis.

Ketakutan Setya Novanto itu juga semakin beralasan ketika rekaman lengkap kasus catut itu beredar di tengah masyarakat. Hal yang mengejutkan adalah suara di dalam rekaman yang mengatakan bahwa: “Jika Jokowi nekat stop Freeport, jatuh dia”, akan semakin membuat rakyat marah dan juga Presiden Jokowi. Di dalam rekaman juga disebut nama Luhut 66 kali, lebih banyak disebut empat kali lipat dari rekaman sebelumnya yang hanya 16 kali. Namun demikian kendatipun namanya paling banyak disebut, Luhut tetap pelit berkomentar.

Diamnya Presiden Jokowi dan pernyataannya yang percaya penuh kepada MKD, sebetulnya hanya meminimalisir kegaduhan di tengah masyarakat. Pasalnya ada sinyal kuat bahwa Jokowi secara diam-diam telah memerintahkan Kejaksaan Agung, KPK dan Kepolisian untuk mengumpulkan bukti-bukti permufakatan jahat  Novanto yang bisa melanggar hukum pidana. Hal itu semakin terlihat ketika Kapolri, Badrodin Haiti, menyatakan  bahwa kasus catut Setya Novanto itu bisa dijerat dengan tiga pelanggaran pidana, yakni pencemaran nama baik yang melanggar Pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Pasal 378 tentang Penipuan, dan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

Melihat hasil sidang MKD kemarin (1/12) yang memutuskan untuk melanjutkan sidang pelanggaran Novanto, maka peluang Novanto untuk lolos kali ini semakin menipis. Manufer-manufer Golkar untuk menyelamatkan Novanto juga semakin tidak karuan dan bahkan terlihat sebagai aksi ‘bunuh diri’. Maka dapat disimpulkan untuk sementara bahwa  lanjutnya sidang kode MKD itu dimaknai sebagai bentuk kemenangan sementara Jokowi, memaksa PKS berkhianat  dan membuat Setya Novanto stress yang berimbas pada kinerja DPR yang ikut stres, jalan di tempat dan hanya makan gaji buta dari pajak rakyat.

Salam
Asaaro Lahagu, Kompasianer


Nama

1812,1,212 mart,3,aa gym,5,abdul somad,4,abdullah hehamahua,2,abu dhabi,3,abu janda,8,aburizal bakrie,1,aceh,3,aceh timur,1,ade armando,2,ade londok,1,adi hidayat,1,adian napitupulu,2,adzan,1,agesti ayu,1,agus andrianto,1,agus maftuh,1,aher,1,Ahmad Dhani,14,ahmad yani,2,Ahok,133,AHY,4,aipda fajar indrawan,1,aksi 313,1,al azhar,1,Al Habsyi,2,aldi taher,2,alexis,1,ali mochtar ngabalin,5,allan nairn,1,Allya,1,alor,1,Amazing,3,ambroncius nababan,1,ambulans,1,amien rais,7,anang hermansyah,2,andi arief,1,andre rosiade,1,Andrew,2,angin puting beliung,1,angkatan udara,1,Anies Baswedan,60,anjing,1,annisa pohan,1,Ansor,2,anti PKI,1,aqua,3,arie untung,2,artis,10,ashanty,2,Asma Dewi,1,ASN,2,AstraZeneca,1,aswaja,1,ayus sabyan,1,aziz syamsuddin,1,babi ngepet,1,Bakar,1,bakrie,1,bali,1,bandung,1,banjarmasin,1,banjir,7,Bank,1,banser,1,banten,2,bappenas,1,bareskrim,1,Batak,1,batu,1,bayi,1,BBM,1,begal,1,bekasi,1,Bela Negara,1,BEM SI,1,BEM UI,1,bengkulu,3,bentrok papua,1,Berita,446,Berita Artis,21,berita heboh,25,Berita Internasional,12,berita nasional,53,Berita Viral,1,bima arya,7,Bioskop,1,bir,2,bobby nasution,1,bocah,1,bogor,15,bom,1,Bom Bandung,2,Bom Madinah,1,bosowa grup,1,BPJS,1,bpk,1,brimob,2,Bu Risma,1,Buaya,1,bukittinggi,2,bully,1,BUMN,1,buni yani,1,bupati,1,buruh,3,busyro muqoddas,1,cak Nun,2,calon kapolri,2,Calon Pilgub,7,cantik,1,catut nama jokowi,2,Celana Dalam,1,chaplin,2,china,1,Cianjur,2,Corona,5,Covid,5,Covid 19,10,Covid-19,10,covid19,1,CPNS,1,csr,1,Daerah,6,dajjal,1,dandim,2,danone,2,dayak,1,dayung,1,de,1,debat,1,debat pilpres2019,5,deddy mizwar,1,deliserdang,1,demak,2,Demo,30,demo1310,1,demokrat,10,Demonstran,1,denny cagur,1,denny siregar,3,Densus,1,Densus 88,1,depok,4,derry sulaiman,1,dewi tanjung,3,dharmasraya,1,diet,3,Dimas Kanjeng,1,din syamsuddin,5,dishub DKI,1,ditangkap,1,Djarot,4,Dki,15,Dki Jakarta,21,Doa,1,dokter,2,Dolar,1,Donald Trump,1,doni munardo,1,DPR,6,DPR RI,2,DPRD,5,DPRD kota Semarang,1,dr tirta,2,dul jaelani,1,e budgeting,1,e-ktp,2,edhy prabowo,7,EDY MULYADI,1,edy rahmayadi,1,eggy sujana,1,Ekonomi,4,Encun,1,entertainment,46,erick thohir,2,esemka,1,exit,1,facebook,1,fadjroel rahman,1,Fadli zon,20,fahri hamzah,3,felicia tissue,2,felix siauw,2,ferdinan hutahean,8,First travel,1,fitnah,2,five vi,2,food,4,FPI,132,Fuad Amin,1,gading marten,1,Ganjar Pranowo,3,Gatot,2,gatot brajamusti,1,gatot nurmantyo,10,gempa,1,gereja,2,gerindra,9,Gibran,3,gibran rakabumi,1,gibran rakabuming raka,1,giring nidji,1,gisella,5,gita wirjawan,1,Go Pro,1,gojek,2,Golkar,1,Google Maps,1,Googlemaps,1,Gosip,3,GP ansor,1,gpi,1,Grab,1,Gubernur,22,gunung kidul,1,Guru,3,Gus Dur,5,gus nur,2,Gus Yaqut,4,habib,1,habib bahar,1,habib bahar bin smith,2,Habib Idrus jamalullail,1,habib lutfi,1,habib lutfi bin Yahya,3,habib novel,1,habib rizieq,39,habib rizieq shihab,83,habib smith,1,had,1,haikal hassan,4,halte,1,haltim,1,hanafi rais,1,harga daging murah,1,harga sapi murah,1,haris azhar,1,haris pertama,1,hasto,1,Hayya alal jihad,2,health,7,heboh,9,hendropriyono,1,henry subiakto,1,hidayat Nu,1,hidayat Nur Wahid,3,Hijabers,1,hijrah,1,hindu,1,hoax,6,hot,1,hotman paris,1,hrs,6,HTI,3,Hukum,17,Hutang,1,ibadah,1,ibnu chaldun,1,icmi,1,Idul Adha,1,ihsan tanjung,1,ILC,4,ilmuwan,1,Ima,1,imam besar,1,imam syuhada,1,india,3,indonesia raya,1,indra j piliang,1,Indro Warkop,1,inews,1,Info,2,Inspiring,4,instagram,2,Internasional,25,irvan ghani,2,ISIS,6,Islam,17,iwan fals,2,jakarta,30,jakarta pusat,1,jakarta timur,1,Jakmania,2,jaksa,2,jamaah islamiyah,1,Jambi,1,Jason Tjakrawinata,1,jawa barat,2,jawa tengah,2,jeddah,1,Jefri Nichol,1,Jerinx SID,1,jihad,1,jilbab,1,JK,3,JKT48,1,JNE,1,jogja,5,joko widodo,3,Jokowi,122,jokowimantu,2,Jonru,6,Joseph Paul Zhang,1,Jozeph Paul Zhang,1,JPO,1,Juliari Peter Batubara,1,jumhur hidayat,3,Jusuf Kalla,6,Kabut Asap,6,kades,1,Kaesang,11,kafir,1,Kahiyang Ayu,1,Kalijodo,1,kalimantan,1,Kamera,1,KAMI,20,kapolda,1,Kapolreta,1,kapolri,2,karawang,1,Karni Ilyas,2,Kasus,1,Kasus Angeline,1,Kasus mirna,1,Kasus Sumber Waras,1,katolik,1,kebakaran,3,Kebakaran Hutan,5,kebon nanas,1,kecelakaan,1,Kekasih,1,kekerasan,1,keluang,1,Keluarga,1,kemensos,1,kepala daerah,1,KH Ma'ruf amin,2,Khazanah,1,khilafah,1,khofifaf,1,kimia farma,1,Kisah,2,kisruh,1,Kivlan Zen,2,kjp,1,KKP,2,knpi,2,kodam jaya,1,komnas HAM,3,Kontroversi,75,kopassus,1,koperasi,1,Korea Utara,1,korona,1,korupsi,1,KPAI,2,KPK,29,kpps,1,KRI NANGGALA 402,7,Krisna Murti,1,kristen,2,KSP,1,kucing,1,kurir,1,Kyai Marzuqi Mustamar,1,laci,1,Lain-lain,1,laiskodat,1,lapindo,1,laporkan,1,lebak,1,leni haini,1,lgbt,1,Lifestyle,5,listyo sigit prabowo,1,LPI,1,lsm,1,luar negeri,1,Lulung,2,Luqman Arif,1,m,1,Ma'ruf,2,maaher attuwailibi,1,maaher tuwailibi,1,mabes polri,1,Mahasiswa,2,maher attuwailibi,14,mahfud,1,mahfud MD,14,Mahfudz MD,1,Mahkamah Agung,1,Maia Estianti,1,maia estianty,1,makassar,3,MAKI,1,malang,2,maluku utara,1,Mantan,1,maranir,1,Mario Teguh,10,marrisa Haque,1,marsekal hadi tjahjanto,1,masjid,1,masker,2,mata najwa,5,maulid nabi,1,may day,1,Mayjen TNI Dudung Abdurcahman,1,medan,7,medsos,1,megamendung,1,megawati,4,melaney Ricardo,1,melly goeslaw,1,Meme,1,menag,1,mendikbud,1,menkes,2,menkumham,1,mensos,1,menteng,1,menteri,4,Menteri kesehatan,2,menteri KKP,2,Menteri Susi,2,mer-c,1,Merdeka.com,1,metro jakarta barat,1,metro jaya,1,Metropolitan,1,miras,1,MK,4,moeldoko,1,Moge,3,Motivasi,1,Moto GP,9,mrt,1,mualaf,1,muannas al aidid,2,muba,1,mudik,1,muhaimin iskandar,1,muhammadiyah,3,MUI,9,mulan jameela,2,munamarman,2,munarman,13,Musibah,3,musni umar,1,Mustofa Nahra,2,nadiem makarim,2,Nahdlatul Ulama,7,Najwa Shihab,5,nani aprilliani,3,Narkoba,4,nasdem,1,Nasional,139,Nasionalisme,5,natal,1,natalius pigai,2,nawir,1,Negara,1,Nenek,1,neno warisman,3,Netizen,2,News,229,ngawi,1,Nikita,2,nikita mirzani,12,Nikon,1,Nila F moeloek,1,nissa sabyan,1,non muslim,1,novel bamukmin,4,novel baswedan,3,NTB,1,NTT,2,NU,10,nur Sugik rahardja,11,Nusantara,1,Obama,1,odading,1,Olah Raga,6,Omnibus,2,Omnibus Law,39,Omnibuslaw,6,Online,1,online shop,1,operasi zebra,1,Opini,30,ormas,1,OSIS,1,OTT,1,PA 212,4,padang,3,pak yus,1,palangkaraya,1,palestina,2,pamekasan,2,pandemi,1,pangdam jaya,1,panglima TNI,6,partai masyumi,1,pasha ungu,1,pati,1,PBNU,1,PDIP,8,pecel lele,1,Pegunungan Kendeng,1,pekerjaan,1,Pelajar,1,Pelakor,1,pembangunan nasional,3,pembohong,1,pembunuhan,2,Pemerintah,1,pemprov,2,pemuda pancasila,1,pendeta,1,Pendidikan,2,Pengantin,1,Pengetahuan,2,penistaan agama,2,penulis,1,Perampok,2,perancis,1,perawat,1,Peristiwa,4,perkosa,1,permadi arya,3,perppu,1,perpres,1,pesawat,2,petamburan,4,Piala Presiden,1,Pilgub DKI,36,pilkada 2018,1,pilkada jatim,1,pilpres2019,7,pistol,2,PKB,2,PKI,3,pkl,1,pkpi,1,PKS,9,PNS,1,polda,1,Polda Metro Jaya,16,Polisi,39,POLITIK,273,Polri,10,polwan,1,pontianak,1,porno,1,PPATK,4,PPP,1,prabowo,3,prabowo subianto,5,prabumulih,1,prancis,11,Presiden jokowi,9,presiden.,2,prestasi,1,probolinggo,1,prostitusi online,1,Provokator,1,PSI,4,PT PAL,1,PTPN,2,Puan,2,PUBG,1,pulau seribu,1,Putu Sudiartana,3,raffi ahmad,2,rahma sarita,1,ramadhan,1,rasis,5,Ratna Sarumpaet,3,ratu wiraksini,1,Rawajati,1,refly harun,8,Regional,1,remas al amanah,1,Reza Artamevia,1,riau,4,ribka tjiptaning,3,Ricuh,1,Ridwan Kamil,2,Risma,2,riza patria,1,rizal ramli,3,robby purba,1,rocky gerung,4,Roy Suryo,4,RS Siloam,2,RS UMMI,3,ruhut sitompul,2,Rupiah,2,RUU,2,sabili,1,sabu sabu,1,safeea,1,sahur,2,said didu,1,sam aliano,1,samarinda,2,sandiago uno,20,SARA,6,Saracen,3,satpol PP,2,satrio,1,saudi,1,SBY,20,sean purnama,1,sejarah,2,seleb,9,Selebritas,7,Selebriti,7,semrawut,1,sengketa pilpres 2019,2,serang,1,setnov,13,seto,1,sgm,1,sianida,3,sidang,8,Sidoarjo,1,sidrap,1,singapura,1,slamet maarif,1,sleman,1,sma 6,1,sman 58 ciracas,5,smk 2,2,Snack bikini,1,Soeharto,2,Soekarno,1,soekarno Hatta,1,solo,2,soni eranata,14,sosmed,1,SPBU,1,sports,1,Sri mulyani,4,sriwijaya air,3,subang,1,Sugik Nur Raharja,5,sukmawati,1,sukoharjo,2,sulawesi,1,Sule,1,sumatra utara,1,sunda nusantara,1,supersemar,1,Surabaya,4,surya paloh,1,sus,1,Susi,1,susi pudjiastuti,1,susu sapi,1,swab,1,syahganda nainggolan,5,syahrini,1,syekh Ali Jaber,1,Tahanan Kabur,1,tanah abang,3,Tanaman,1,Tangerang,4,tangerang selatan,1,tanjung balai,1,tanjung priok,1,Tarbiyah,1,tasikmalaya,2,taufik,2,Tax Amnesty,1,teh ninih,4,Teknologi,2,Teman Ahok,2,tengku guru bajang,1,Tengku Zulkarnaen,18,Terawan,1,Tercyduk,2,Teroris,10,Tetangga,1,tetoris,1,Tiktok,5,Timor Leste,1,tips,9,tito karnavian,2,TKI,1,tni,14,Tokoh,2,tol,1,tol cipali,1,Toleransi,2,tommy,1,TPU,1,trending topic,27,tri risma harini,2,Tsamara,1,tumpeng,1,TV one,2,TVRI,1,Twitter,1,UAS,4,UGM,2,UI,1,uje,1,umi pipik,1,Umroh,2,uni arab Emirat,1,uni emira arab,1,Unpad,1,Untirta,1,Ustad Yahya Waloni,1,UU Cipta Kerja,8,vaksin covid 19,5,vaksin palsu,3,vaksin sinovac,4,Vandalisme,1,veronica koman,1,Video,2,Vina Garut,1,viral,36,viral berita heboh,1,viral heboh berita nasional,1,viral kecelakaan hari ini berita nasional,1,Virus,1,Vit,1,wagub jakarta,4,wahaby,1,warga miskin,1,Waria,1,Wiranto,3,WN Inggris,1,yahudi,2,yahya waloni,8,yahya hasyim,2,Yenni Wahid,1,YLBHI,1,Yogyakarta,1,yunanto wijaya,1,yunarto,1,yunarto wijaya,1,Yuni Shara,1,Yusuf Mansur,1,zaidul akbar,1,zakiah aini,1,zaskia mecca,2,ziarah,1,Zona Merah,1,
ltr
item
Wartamenia: Kemenangan Jokowi di MKD, Pengkhianatan PKS, Kejaksaan Agung Mulai Bergerak, Setya Novanto Stres
Kemenangan Jokowi di MKD, Pengkhianatan PKS, Kejaksaan Agung Mulai Bergerak, Setya Novanto Stres
http://2.bp.blogspot.com/-kptodfM2OSc/Vl7OZhUiFzI/AAAAAAAABA8/aD-MkWL1oLA/s640/papa_minta_saham_3.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-kptodfM2OSc/Vl7OZhUiFzI/AAAAAAAABA8/aD-MkWL1oLA/s72-c/papa_minta_saham_3.jpg
Wartamenia
https://www.wartamenia.com/2015/12/kemenangan-jokowi-di-mkd-pengkhianatan.html
https://www.wartamenia.com/
https://www.wartamenia.com/
https://www.wartamenia.com/2015/12/kemenangan-jokowi-di-mkd-pengkhianatan.html
true
5865075294842629428
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content